Juara Favorit PKM-KI PIMNAS ke-34 Diraih Tim UII

Mahasiswa Ekonomi Islam dalam Tim PKM-KI Favorit Pimnas 2021

Tim mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) berhasil menorehkan prestasi sebagai juara favorit PKM-KI pada ajang PIMNAS ke-34 yang diselenggarakan secara daring oleh Universitas Sumatera Utara pada tanggal 26 hingga 30 Oktober 2021. Prestasi yang membanggakan tersebut diraih oleh Vira Prajna Cantika (Ekonomi Islam 2018), Ulfi Sheila Pinasti (Ekonomi Islam 2018) dan anggota lainnya yang berasal dari program studi berbeda yaitu Yusuf Fashal Mahendra (Teknik Mesin 2018), Akbar Ifthikor (Teknik Industri 2019), dan Batasindro (Teknik Elektro 2019).

Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) merupakan ajang perlombaan yang sangat bergengsi dan diselenggarakan satu tahun sekali guna melatih kemampuan mahasiswa untuk bersaing melalui sebuah karya. 

Pada tahun 2021 ini, berdasarkan keputusan Kepala Pusat Prestasi Nasional Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 0970/J3/KM.05.03/2021/ tentang tuan rumah penyelenggara kompetisi jenjang pendidikan tinggi menunjuk Universitas Sumatera Utara sebagai tuan rumah penyelenggara ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-34 dengan mengambil tema besar “Menuju Indonesia Emas Melalui Kolaborasi untuk Inovasi dalam Bingkai Kearifan Lokal”.

Dalam kompetisi ini, sebanyak 3.126 mahasiswa yang berasal dari 108 perguruan tinggi se Indonesia dengan jumlah tim sebanyak 735 tim yang berpartisipasi dalam PIMNAS harus melewati beberapa proses seleksi yang panjang dan ketat.

“Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ini memang sebuah kompetisi yang memiliki durasi dan proses yang sangat panjang. Mulai dari submit proposal ke internal, review, jika layak maka lanjut submit ke nasional atau ke web simbelmawa, kemudian menunggu pengumuman apakah lolos pendanaan atau tidak, jika lulus maka akan menjalankan proses kegiatan pendanaan selama 3-4 bulan, monitoring dan evaluasi, lalu submit laporan akhir beserta luaran lain yang diminta dari tiap skema, jika semua dinyatakan bagus maka masuk dan berkompetisilah di PIMNAS dengan mempresentasikan hasil karya yang sudah dibuat,” ujar Vira Prajna Cantika selaku ketua tim (Sabtu, 13/11).

Adapun jenis karya dan judul yang diambil oleh Vira Prajna Cantika dengan timnya yaitu jenis karya inovatif (PKM-KI) dengan judul Alat Ekstruder Solusi Pengolah Sampah Filamen PLA Menjadi Produk Recycle Filamen.

“Beberapa UMKM 3D Print memiliki permasalahan yaitu menghasilkan sampah filamen dari sisa bahan pendukung (support material) mesin 3D Print dan kesalahan produksi. Hal tersebut menyebabkan banyaknya tumpukan sampah yang menghambat produktivitas pelaku 3D Print dan menyebabkan pencemaran lingkungan,” ujar Ulfi Sheila Pinasti (Ahad, 14/11).

Vira Prajna Cantika juga menyampaikan bahwa Rata-rata produksi Creativo dan Centralab yang merupakan UMKM industri pengolahan 3D printing ini menghasilkan sampah filamen sekitar 3-7 Kg setiap bulannya. Faktor-faktor tersebut menjadi latar belakang Vira Prajna Cantika dengan timnya untuk melakukan penelitian dan menciptakan suatu alat untuk mengurangi sampah filament. 

Karya inovatif yang dibawakan Vira Prajna Cantika dengan timnya pada ajang PIMNAS ke-34 ini mendapatkan penghargaan sebagai juara favorit.

Atas prestasinya tersebut, Vira Prajna Cantika dengan timnya mengaku sangat bersyukur dan bangga. “Capaian ini tentunya tidak luput dari doa, kerja sama tim, dukungan serta bimbingan dari Bapak Beni Suranto, S.T., M.SoftEng,” ujar Vira (Sabtu, 13/11).

Mahasiswa Ekonomi Islam Raih Juara dalam Lomba Arabic World Festival UAD 2021

Delegasi Mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia (UII) kembali memperoleh prestasi yang membanggakan tingkat nasional. Tiga mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam berhasil meraih 3 penghargaan pada 3 cabang lomba Arabic World Festival (AWFest) yang diselenggarakan secara daring oleh Universitas Ahmad Dahlan pada tanggal 5 hingga 10 Oktober 2021.

Arabic World Festival (AWFest) merupakan ajang perlombaan yang berstandar nasional,  dengan fokus perlombaan menggunakan bahasa Arab guna melatih kualitas Sumber Daya Manusia khususnya dalam bidang bahasa Arab.

Pada tahun ini, Arabic World Festival (AWFest) UAD mengangkat tema besar “Millenial Inspiratif dan Eksistensi Bahasa Arab dalam Peradaban Intelektual”. Terdapat 2 tingkatan dalam perlombaan yaitu tingkat mahasiswa dan tingkat siswa. Untuk tingkat mahasiswa, cabang lomba yang dapat diikuti diantaranya Ghina Araby, Pidato Bahasa Arab, dan Baca Berita Arab. Kemudian, untuk lomba tingkat siswa terdiri dari Puisi Bahasa Arab dan Pidato Arab saja.

Adapun beberapa prestasi yang diraih oleh delegasi Mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam yang dinaungi oleh El-Markazi, diantaranya Juara 1 Lomba Baca Berita Bahasa Arab oleh Nailia Nurul Hikmah (Ekonomi Islam 2018), Juara 2 Lomba Ghina Araby oleh Rima Isfah Lana (Ekonomi Islam 2017), dan Juara Harapan 1 Lomba Baca Berita Bahasa Arab oleh Luthfi Hawari (Ekonomi Islam 2020).

“Saya sangat bersyukur kembali diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk berproses menjadi seseorang yang lebih optimis dan kompetitif dengan mengikuti perlombaan, karena banyak sekali pelajaran yang bisa diambil di luar kegiatan belajar mengajar di kampus,” ujar Naila Nurul Hikmah selaku penyandang Juara 1 Lomba Baca Berita Bahasa Arab (Selasa, 19/10).

Selanjutnya, Siti Komariah selaku Koordinator Bidang Bahasa Arab El-Markazi, mengaku sangat bersyukur atas prestasi yang diperoleh oleh delegasi mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam tersebut. Baginya menang kalah dalam perlombaan merupakan proses pembentukan orang-orang hebat.

“Saya sangat bersyukur, apa yang telah teman-teman usahakan memperoleh hasil terbaik. Tentu hal ini tidak terlepas dari semangat teman-teman untuk latihan dalam mempersiapkan lomba,” ungkap Siti Komariah.

Luthfi Hawari juga menyampaikan bahwa ia sangat bersyukur atas capaian prestasinya. “Alhamdulillah, saya bisa diberi kesempatan untuk mengikuti perlombaan ini. Kemauan dan tekad yang kuat adalah kunci utama yang harus selalu diterapkan pada kehidupan yang kemudian dibarengi dengan doa kepada Allah SWT,” tuturnya (Selasa, 19/10).

“Semoga dengan apa yang telah kami capai saat ini dapat menginspirasi teman-teman mahasiswa Universitas Islam Indonesia untuk berkarya, melakukan hal-hal bermanfaat sekaligus mengasah kemampuan yang dimiliki, bukan hanya dalam bidang bahasa arab, tetapi dalam bidang apapun,”  Kata Rima Isfah Lana (Selasa, 19/10).

 

2 Mahasiswa Ekonomi Islam Juara 3 Sharia Economics Conference 2021

Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia (UII) kembali berbangga. Dua mahasiswa Ekonomi Islam berhasil meraih juara 3 dalam Sharia Economics Conference yang dilaksanakan secara virtual pada tanggal 15 hingga 24 september 2021 oleh Forum Studi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FSI FEB UI). Prestasi yang membanggakan tersebut diraih oleh Mia Yuli Astuti (Mia) dan Ulfi Sheila Pinasti (Sheila) Mahasiswa Ekonomi Islam angkatan 2018.

Konferensi Ekonomi Islam tahun ini mengambil tema besar “Amplifying The Role of Islamic Economy to Establish The Future Economic Development” yang bertujuan untuk mempertemukan mahasiswa-mahasiswa seluruh Indonesia untuk berpikir kritis dengan menyampaikan ide dan gagasan dalam lingkup Ekonomi Islam.

Perguruan tinggi yang berpartisipasi dalam konferensi ini yaitu Universitas Islam Indonesia, Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, Institut Agama Islam Tazkia, Universitas Diponegoro, Institut Pertanian Bogor, Universitas Negeri Semarang, IAIN Salatiga, dan Universitas Padjadjaran.

Sheila menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan konferensi tersebut terdapat 3 tahapan. Pada tahap pertama diawali dengan seleksi 40 abstrak terbaik pada Call for Paper. Kemudian tahap kedua, penyisihan 10 paper terbaik kategori Sharia Academic dan 10 paper terbaik kategori Innovation Paper. Tahap ketiga, final. Pada tahap ini, peserta diminta untuk mempresentasikan hasil papernya pada dewan juri dan tim lainnya yang masuk dalam babak final.

Paper yang dibawakan oleh Sheila dan timnya dengan judul “Pengaruh Influencer Marketing, Brand Image, Halal Awareness Terhadap Minat Pembelian Kosmetik Pada Generasi Z” mendapatkan penghargaan sebagai juara 3 dalam kategori Sharia Academic Paper.

“Penilaian Syariah Economic Conference tidak hanya saat peserta mempresentasikan paper, tetapi keaktifan dalam sesi tanya jawab selama presentasi turut menjadi pertimbangan dalam penilaian,” ujar Mia saat di wawancara melalui WhatsApp (Senin, 12/10).

Keberhasilan tersebut diraih dengan kerja sama tim, dukungan serta doa dari pihak terlibat. Menurut Sheila, capaian prestasinya dan tim menjadi pengingat bahwa semua orang memiliki peluang dan kesempatan yang sama. Perbedaannya hanyalah bagaimana kita memaksimalkan proses.

Sosialisasi Kurikulum 2021 Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM)

Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Sosialisasi Kurikulum 2021 Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) bagi Mahasiswa Ekonomi Islam angkatan 2017, 2018, 2019, dan 2020, pada hari Selasa tanggal 24 Agustus 2021, secara daring melalui zoom meeting.

Kurikulum baru ini dipaparkan oleh Ketua Program Studi Sarjana Ekonomi Islam yaitu Ibu Soya Sobaya, SEI., M.M., dan didampingi oleh Sekretaris Program Studi Sarjana Ekonomi Islam yaitu Ibu Tulasmi, SEI., MEI., juga dihadiri oleh Ketua Jurusan Ilmu Agama Islam Fakultas Ilmu Agama Islam yaitu Ibu Dr. Rahmani Timorita Yulianti, M.Ag., beserta Dosen Pengajar dan Mahasiswa Ekonomi Islam.

“Secara umum kurikulum baru 2021 ini cukup signifikan berbeda dengan kurikulum sebelumnya yaitu kurikulum 2017:

Pertama, dari sisi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) lebih ringkas menjadi 12 kompetensi yang sebelumnya 41 – 54 kompetensi.

Kedua, bobot SKS lebih ringan yaitu 2 – 3 sks (+ praktikum 1 sks) yang sebelumnya 2 – 6 sks.

Ketiga, total SKS tempuh hanya 144 yang sebelumnya 145. Keempat, terdapat varian mata kuliah pilihan yaitu 3 pilihan prodi; 3 konsentrasi; 3 pilihan tugas akhir (Penelitian; Pengabdian Kepada Masyarakat; Perintisan Bisnis) yang sebelumnya hanya terdapat 3 konsentrasi pilihan dan 1 tugas akhir yaitu penelitian (skripsi).

Kelima, distribusi mata kuliah pada kurikulum baru 2021 terdapat 20 sks per semester yang sebelumnya 17 – 21 sks per semester.

Keenam, status kegiatan belajar mengajar (KBM) boleh dalam prodi atau luar prodi perguruan tinggi sesuai dengan ketentuan dan persetujuan prodi yang sebelumnya hanya boleh KBM di dalam prodi,” Ujar Ibu Tulasmi, SEI., MEI melalui zoom meeting.

Ibu Soya Sobaya, SEI., M.M juga menyampaikan bahwa setiap mahasiswa yang mengambil penjaluran tugas akhir selain penelitian (skripsi), diperbolehkan untuk mengerjakan secara berkelompok, namun laporan dan publikasinya dilakukan oleh masing-masing mahasiswa sesuai dengan konsentrasi pilihan.

Konversi mata kuliah dari kurikulum 2017 ke kurikulum baru 2021 diberlakukan mulai semester ganjil tahun akademik 2021/2022 dengan mempertimbangkan SKS dan IPK yang ditempuh oleh mahasiswa.

Virtual Student Exchange

BBM 7 : Virtual Student Exchange

Sebagai mahasiswa yang haus akan ilmu dan pengalaman, tentunya ia akan selalu memanfaatkan setiap peluang yang datang. Begitu juga dengan Anggah pada 8-22 November 2020 lalu dia baru saja mengikuti kegiatan Virtual Student Exchange yang di ikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai negara. 

Anggah mengaku ketika tau informasi tentang Virtual Studex itu dia langsung mengajak teman-temannya untuk mengikutinya. “Persiapan untuk mengikuti kegiatan ini cukup menantang, karena kita harus punya referensi bacaan tentang social Innovation, membuat video, CV juga Mottivation Letter untuk proses seleksinya. Lalu ada tahap wawancara. Untungnya Prodi mendukung penuh kegiatan ini Mas, “ ungkap Anggah dalam acara BBM (Bincang Bareng Mahasiswa) bersama M. Rizal Nasrullah pada Sabtu, 11 November 2020 melalui live Instagram ekonomiislam_uii.  

Kegiatan Virtual Students Exchange ini diselenggarakan oleh Multimedia Malaysia University (MMU) dengan melibatkan  400 Mahasiswa dari 18 Universitas dan 8 Negara selama 15 hari. “Kegiatannya variatif sekali Mas. Ada diskusi, kuliah biasa, pertukaran budaya, mengenalkan makanan, budaya antar daerah dan di puncak acara ada Social Innovation Project, “ jelas Mahasiswa Ekonomi Islam Angkatan 2017.

Lebih lanjut Anggah menceritakan pengalamannya bersama teman-teman dari negara lain yang menarik, seperti temannya dari India yang rajin sekali membaca. berdiskusi dengan kritis, meski untuk memahami aksen bahasa Inggris orang india itu cukup susah namun kerennya Anggah sebagai ketua tim berhasil membawa timnya masuk 10 besar dari 75 tim dalam Social Innovation Project. “ Kegiatan ini merupakan adu ide sosial terbaik yg bisa dijalankan. Ide tim kami terkait permasalahan sampah, yaitu dengan membuat bank sampah baik organik maupun anorganik. lalu 50% sampah tersebut akan di kirim ke perusahaan dan 50% nya lagi kita buat kerajinan Mas,” tuturnya. 

Anggah dan 17 teman lainnya dari prodi Ekonomi Islam berhasil mengharumkan nama UII di kancah Internasional. Dia berpesan “Secarik kertas yg didapat setalah kuliah akan hangus dan terbakar tapi karakater yang dibentuk selama kuliah itu yang akan jadi modal menjalani kehidupan setelah kuliah, “ katanya. Dia berharap teman-teman lainnya agar dapat memanfaatkan waktu selama menjadi mahasiswa dengan mengikuti kegiatan yang dapat menambah pengalamannya.

Study Abroad Talk

BBM 6 : Study Abroad Talk

Program Study abroad menjadi jalan bagi mahasiswa yang suka belajar sambil travelling. Seperti yang dilakukan oleh Muhammad Lana Syifa’un Ni’am dalam kegiatan PKL Internasional di salah satu Universitas Swasta yang ada di Filiphina.

Dalam acara Bincang Bareng Mahasiswa (BBM) yang diselenggarakan oleh program studi Ekonomi Islam melalui live Instagram @ekonomiislam_uii pada Sabtu, 24 Oktober 2020 Lana turut menceritakan pengalamannya selama mengikuti PKL di Filiphina.  “Awalnya saya rajin cari Informasi, lalu coba-coba apply dulu. Berdoa minta restu orang tua, percaya diri saja, “ jelas Mahasiswa Ekonomi Islam Angkatan 2017 itu. 

Perjalanan Lana untuk berangkat ke Filiphina cukup Panjang. Setelah melalui rangkaian seleksi berkas mulai dari CV, Mottivation Letter, dan melampirkan KHS semester. Lalu wawancara dari prodi, universitas, dan pihak kampus tujuan yang sudah ditetapkan akhirnya Lana berhasil lolos menjadi salah satu peserta Study Abroad di Filiphina bersama satu temannya dari UAD. Lana juga turut menceritakan kegiatannya selama 30 hari mengikuti kegiatan itu. “Minggu pertama kita melakukan observasi dulu tentang bagaimana cara pembelajaran disana, minggu kedua kita jadi asisten guru, baru pada minggu ketiga dan keempat kita diberi kesempatan untuk mengajar langsung, “ ungkap Kadiv Riset Marcom FIAI UII. 

Lebih lanjut Lana menceritakan kendala yang dialami pada awal setiba di Filiphina “Terkait Bahasa saya minder, karena anaknya jago-jago ngomongnya. Sebenarnya budayanya hampir sama dengan Indonesia karena masih tetangga tapi terkait makanan agak sulit mendapatkan yang halal jadi kita masak sendiri, “ tambahnya. 

Berada di suatu daerah dengan menjadi kaum minoritas tentu menjadi tantangan sendiri bagi Lana. Seperti pengalamannya yang susah mendapatkan fasilitas Masjid untuk solat Jumat. Namun dia juga mendapatkan hikmah dari semua itu, “Disini saya jadi belajar untuk improve skill Bahasa Inggris, menghargai toleransi antar beragama dan alhamdulillah saya ketemu orang baru yang ramah-ramah, “ tuturnya. Pada akhir sesi Lana berpesan agar kita jangan suka menunda untuk memulai mencari pengalaman. Apalagi di masa pandemic ini kita harus tetap terus bereksplorasi.

MAHASISWA MELEK INVESTASI

BBM 5 MAHASISWA MELEK INVESTASI

Di era yang setiap tahunnya akan mengalami inflasi membuat sebagian diantara kita menjatuhkan pilihannya dalam dunia investasi. Terlebih saat ini untuk menggeluti bidang investasi bukanlah sesuatu yang sangat mahal dan memberatkan. Saat ini investasi bisa dilakukan oleh semua kalangan, mau dia pejabat, pengusaha, dosen, karyawan, pendidik, mahasiswa bahkan mang-mang burjo pun bisa melakukan investasi. “Salah satu instrument investasi adalah saham. Kalau mau berinvestasi sekarang itu mudah, pertama kita harus niat dulu, lalu buka rekening saham,  nanti lakukan setoran awal, barulah beli saham.  Silakan pilih mau beli saham apa yang diinginkan, “ kata Adam Aziz Prarosi dalam acara BBM yang diselenggarakan oleh prodi Ekonomi Islam FIAI UII pada 2 Oktober 2020. 

Sebelum memilih instrument yang hendak digunakan kita harus mengetahui terlebih dahulu mengenai profil resiko kita. “Setau saya ada tiga profil resiko yang perlu kita ketahui, pertama konservatif yaitu tipe yang menghindari resiko tinggi biasanya mereka akan bermain obligasi, tipe kedua adalah moderate yaitu tipe yang tengah-tengah biasanya mereka menggunakan instrumen reksadana, dan yang terakhir adalah tipe agresif nah ini biasanya mereka memilih instrument saham, “ jelas Ketua Kelompok Studi Pasar Modal Syariah FIAI UII. 

Setelah kita mengetahui bagaimana profil resiko kita, Langkah selanjutnya adalah mengatur dana untuk berinvestasi. Sekarang untuk dapat membeli saham itu tidak terlalu mahal, karena 100 ribu saja kita sudah bisa beli saham tanpa ada potongan dan dana mengendap.  Pelajari satu perusahaan yang diinginkan, atau ada juga tipe orang yang berfikiran mempunyai banyak saham di berbagai perusahaan sebagai upaya jaga-jaga misal satu perusahaan lagi turun jadi perusahaan lain bisa menutupi kerugiannnya. Adam menyampaikan, “Di masa pandemi sekarang ini memang pergerakan saham cepat sekali. Tapi kalo bahas saham apa yang cocok ya kita coba cari saham yang produknya akan selalu digunakan setiap hari.  Jadi resiko ruginya lebih kecil, “ tambahnya.

Lebih lanjut Adam menceritakan, “mahasiswa Ekonomi Islam bisa mendapatkan materi tentang pasar modal di mata kuliah Pengantar Keuangan Islam, Perencanaan Keuangan Islam, Analisis laporan keuangan atau bisa belajar juga di KSPMS, ” ungkapnya. Selain itu jika mengambil konsentrasi K1 atau Perbankan Islam akan lebih banyak juga belajar tentang pasar modal.

Meski masih mahasiswa bukan berarti tidak mengelola keuangan dengan baik. Beberapa hal kita dapat di bangku perkuliahan, namun masih banyak hal lain yang didapatkan diluar bangku perkuliahan. Adam berpesan untuk belajar mengenai investasi mulai dari sedini mungkin karena investasi akan menjadi tolak ukur di masa mendatang kita mau dikenal seperti apa. Seperti kata Bapak Investor Indonesia Lo Kheng Hong, “Harta karun yang sebenarnya ada dan belum banyak orang melihatnya adalah pasar modal. Siapapun yang lebih dulu maka akan menerima manfaatnya lebih lama,”.

BBM Kuliah Lancar, Bisnis Bersinar

BBM Kuliah Lancar, Bisnis Bersinar

8 agustus 2020

Memiliki bisnis sejak muda bahkan mampu untuk membiayai hidupnya secara mandiri merupakan impian sebagian besar orang. Seperti kisah dari Syarif Ihsanudin yang memulai bisnisnya mulai tahun 2016 semasa SMA.  Syarif mengaku selama SMP dan SMA dia sekolah secara home schooling jadi mempunyai banyak waktu senggang. Akhirnya dia banyak mencari cara agar dapat berbisnis di usia muda. 

Perjalanan panjang pahit manis kehidupan telah Syarif lalui. “Dulu saya sempat kerja jadi supir truk antar kota atau antar provinsi lalu ketemu banyak orang karena sering lewat daerah pantura. Mereka ahli di bidang kerajinan dari kerang, lalu akhirnya saya membuat variasi gantungan kunci dari limbah kerang yang laku terjual sebanyak 100 pcs untuk pertama kalinya” kata mahasiswa Ekonomi Islam Angkatan 2017. 

Berniat untuk hidup mandiri dengan menchallange diri kuliah dengan biaya sendiri, membuat Syarif harus terus mengembangkan usahanya. Melihat prospek kerajinan itu cukup besar peminatnya akhirnya Syarif berencana menawarkan produknya ke pasar luar negeri. “Untuk bisa terjun di pasar luar memang tidak simpel prosesnya, terlebih untuk pemula bisnis seperti saya. Setelah searching-searching  saya dapat informasi pakai jasa buying agent saja, semacam pihak yang membantu proses pembelian barang agar masuk ke konsumen luar negeri. Tapi tidak sembarangan produk, karena mereka juga melakukan riset dengan beli barang yang sesuai dengan kebutuhan buyer LN, “ jelas CEO Sabila Craft.

Sekarang memang sudah banyak tersedia portal untuk menawarkan produk kita ke mancanegara. “Kumpulan buyer bisa kita temui di portal Ali Baba, Amazon dan sebagainya. Namun syarat agar produk kita diterima buying agent membutuhkan legalitas terlebih dahulu. Hal yang dipersiapkan seperti NPWP, NIB, OSS dan syarat khusus di setiap sektornya. Untungnya cukup mudah agar bisa memenuhi syarat tersebut yaitu dengan mendaftar secara online saja, “ ungkap Syarif.

Lebih lanjut Syarif menceritakan tentang strategi yang dia lakukan agar bertahan di masa pandemik sekarang ini. “Untuk meningkatkan penjualan agak susah karena memang masa pandemik seperti ini minat kerajinan turun, hanya saja saya berusaha memaksimalkan di pasar lokal dengan membuat paket hampers lebaran meski sebenarnya tidak banyak kostumernya. Saat pandemik adalah saat untuk intropeksi diri terkait bisnis yang sudah dijalankan selama ini, evaluasi, belajar untuk mendapatkan strategi baru untuk memulihkan usaha setelah pandemik ini selesai, “ tuturnya. 

Syarif juga berpesan untuk teman-teman yang kuliah sambil berbisnis agar perbanyak ilmu bisnis yang ditekuni. Memperdalam bekal agama sebagai dasar attitude. Untuk mendapatkan omset besar seseorang harus berjuang lebih gigih dan sabar lagi. Setelah itu barulah akan menikmati buah usaha selama ini dengan bangga. 

 

Bincang Asik Seputar Ekonomi (BAKSO) EPS 2

 

Tema BAKSO EPS 2 adalah :

Cerdas Finansial di Era New Norm

Narasumber : Soya Sobaya, SEI., MM (Ketua Prodi Ekonomi Islam)

Host : Martini Dwi Pusparini, SHI., MSI  (Dosen Prodi Ekonomi Islam)

Reportase selengkapnya program Bakso Episode 2 di sini

Bincang Asik Seputar Ekonomi (BAKSO) EPS I

Bincang Asik Seputar Ekonomi (BAKSO)

Tema BAKSO kali ini adalah :
Bagaimana Bank Syariah bersiap menghadapi new normal?

Narasumber : Anom Garbo, SEI., MEI (Pengamat Ahli perbankan syariah  yang juga dosen Prodi Ekonomi Islam)

Host : Aqida Shohiha, SEI., ME  (Praktisi perbankan syariah selama 6 tahun)

Reportase selengkapnya program Bakso Episode 1 di sini