FKEI Program Studi Ekonomi Islam Adakan Sharing Session Startup Business

Departemen Islamic Entrepreneur – Forum Kajian Ekonomi Islam (FKEI) Program Studi Ekonomi Islam (PSEI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) selenggarakan “Sharing Session Start Up Business” , yang bertempat di Ruang Micro Teaching FIAI UII, pada Kamis (13/04). Acara tersebut mendatangkan narasumber yang sangat berkompeten dibidangnya yakni Rizqi Anfanni Fahmi SEI., MSI. Yang juga termasuk dosen PSEI FIAI UII.

Para Peserta Sangat Antusias Mengikuti Acara Sharing Session Startup Business

Kegiatan sharing session tersebut tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa PSEI saja akan tetapi juga dihadiri oleh para mahasiswa FIAI dari Prodi lainnya. Acara yang sangat bermanfaat, khususnya bagi mahasiswa PSEI sendiri. Pasalnya, PSEI mempunyai 3 (tiga) konsentrasi pilihan yang harus dilampaui oleh mahasiswa dalam prosen pembelajarannya, yang salah satunya yakni konsentrasi Bisnis Islam.

Oleh karena itu, acara semacam ini menjadi wadah mahasiswa untuk sharing di luar kelas dan mengkaji ilmu lebih dalam lagi terkait tema-tema tertentu yang mungkin tidak dibahasa secara eksplisit di dalam perkuliahan, seperti tema kajian pada kali ini. Rizqi Anfanni Fahmi  selaku narasumber menyatakan, Berbisnis adalah kemampuan dalam menjual produk, ketika dalam tahapan penjualan produk saat berbisnis, maka di situlah jiwa kewirausahaan akan teruji.

Dalam hal ini kiat-kiat tentang berbisnis dan berjiwa wirausaha tidak akan ditemukan didalam kelas. Oleh karena itu, kajian-kajian seperti ini dapat menumbuhkan keilmuan mahasiswa dan menggali potensi mahasiswa yang masih terpendam. Para peserta sangat begitu antusias mengikuti acara tersebut, ditandai banyaknya para peserta yang aktif bertanya untuk mengetahui lebih dalam terkait bisnis rintisan yang menjadi tema pembahasan.

Pada kesempatan kali ini, Rizki Anfanni Fahmi menjelaskan tentang karakteristik  perusahaan Start Up, perbedaan antara start up dan Small Business (UMKM), dan mengupas tentang salah satu contoh Start Up yang disebut paling sukses hingga kini yaitu Grab, GO-JEK, Uber, dan E-Commerce. Menurutnya, hadirnya Start Up E-Commerce juga memangkas kebutuhan orang untuk membeli barang sehingga tidak perlu repot datang langsung ke tempatnya untuk membeli barang. (r)

Program Studi Ekonomi Islam Berikan Pelatihan Manajemen Organisasi

Progam Studi Ekonomi Islam (PSEI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) kembali melaksanakan pengabdian masyarakat pada tahun 2018 yang merupakan bagian dari Catur Dharma UII. Kegiatan tersebut sudah berlangsung untuk yang ketiga kalinya. Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan pada hari Kamis (5/4), bertemakan pelatihan manajemen organisasi untuk remaja putri dan ibu-ibu di kampung Jogoyudan, Yogyakarta .

Pemyampaian Materi oleh Junaidi Safitri SEI., MEI.

Seluruh Dosen PSEI secara langsung terlibat dalam kegiatan ini dengan menyampaikan materi terkait manajemen organisasi secara bergantian. Materi manajemen organisasi dipilih berdasarkan permintaan masyakrakat setempat sendiri dikarenakan ibu-ibu setempat aktif dalam kegiatan kampung seperti PKK, Posyandu, Pengajian dan lain sebagainya. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan peserta pelatihan yang notabene ibu-ibu akan dapat lebih memahami fungsi manajerial dalam organisasi, lebih berani menyampaikan pendapat dan dapat mempraktikanya secara nyata.

Peran mahasiswa turut serta dilibatkan dalam kegiatan ini. Mahasiswa Ekonomi Islam secara bergantian membantu jalanya kegiatan dengan menjadi MC, moderator, maupun. dokumentasi. Keterlibatan aktif mahasiswa bertujuan dalam rangka memberikan pengalaman mahasiswa untuk terjun berkontribusi dan berkomunikasi ditengah masyarakat.

Masyarakat menyambut baik kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh PSEI. Melalui Ketua PKK, masyarakat menyampaikan permintaan untuk diadakanya pelatihan di dusun yang berbeda. Sehingga untuk merespon hal baik tersebut saat ini PSEI masih menggajukan proposal untuk melaksanakan pengabdian masyarakat di dua dusun lainya.

Pengabdian masyarakat PSEI dibawah Pusat Kajian daan Konsultasi Ekonomi Islam (PK2EI) mentargetkan kegiatan pengabdian masyarakat institusi setidaknya dilakukan sekali dalam satu semester. Disela-sela pengabdian institusi ini, PK2EI juga membuka peluang pendanaan bagi dosen dan karyawan PSEI UII untuk melakukan pengabdian masyarakat secara individu. Ketua PK2EI Dr. Siti Achiria, M.M. meyampaikan harapanya semoga kedepan kegiatan ini dapat terus berjalan dengan lebih baik, terencana dan memberikan manfaat untuk berbagai pihak khususnya sebagai penunjang proses akreditasi PSEI untuk meraih nilai akreditasi “A”.

KSPMS Program Studi Ekonomi Islam Kaji Pasar Modal Syari’ah dalam Pandangan Fiqh

Kelompok Studi Pasar Modal Syari’ah (KSPMS) Program Studi Ekonomi Islam (PSEI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar kajian dan diskusi mengenai “Pasar Modal Syari’ah dalam Pandangan Fiqh” dengan narasumber, Fajar Fandi Atmaja, LC., MSI. yang juga merupakan Dosen PSEI FIAI UII, pada Selasa (3/4), di ruang Micro Teaching FIAI UII.

KSPMS yang kini diketuai oleh M. Syahdi Yusuf (Ekonomi Islam 2015) merupakan kelompok studi yang memfokuskan pada kajian Pasar Modal Syariah. Kelompok studi yang berada dibawah naungan Galeri Investasi Syariah (GIS) yang dikomandoi oleh Adi Wicaksono, SE., MEI., berfungsi sebagai laboratorium Pasar Modal Syariah mahasiswa PSEI dan mahasiswa UII. Kelompok Studi tersebut juga bergerak untuk mempromosikan serta mensosialisasikan investasi berbasis syariah di kalangan mahasiswa.

Peserta Kajian Pasar Modal Syariah dengan Khitmat Mengikuti Acara (Rizal/Ryan)

Dalam paparannya, Fajar Fandi menyatakan bahwa pasar modal adalah suatu kajian kontemporer yang menarik untuk dikaji dari segi fiqihnya, karena kajian tersebut tidak ada di masa Nabi Muhammad Saw. Akan tetapi kajian pasar modal sekarang menjadi kajian ekonomi yang berkembang seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan kebutuhan manusia. Oleh karenanya perlu ada reaktualisasi dalam fiqh mu’amalah dengan kerangka metodologi Syariah, supaya memberi pencerahan bagi umat Islam dalam bermu’amalah.

Acara ini yang sangat bermanfaat, khususnya bagi mahasiswa yang tergabung dalam KSPMS yang secara penuh mempunyai misi untuk membumikan pasar modal syariah di lingkungan UII. Acara semacam ini menjadi wadah mahasiswa untuk sharing di luar kelas dan mengkaji ilmu lebih dalam lagi terkait tema-tema tertentu yang mungkin tidak dibahasa secara eksplisit di dalam perkuliahan, seperti tema kajian pada kali ini. Para peserta sangat begitu antusias mengikuti acara tersebut, ditandai banyaknya para peserta yang aktif bertanya untuk mengetahui lebih dalam tentang tema yang dibahas.

Syahdi  berharap bahwa acara kajian seperti ini bisa menjadi syiar Islam dengan mensyiarkan pasar modal syariahdi lingkungan UII. Acara ini juga dapat memberikan kesadaran bagi para mahasiswa mengenai pentingnya investasi untuk masa depan, sehingga  mendorong generasi milenial berfikir masa depannya. (r)

KSPMS Program Studi Ekonomi Islam Lasanakan DIKLAT Pengurus

Kelompok Studi Pasar Modal Syariah (KSPMS) Program Studi Ekonomi Islam (PSEI) FIAI UII terus berupaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Mahasiswa  (SDM) dibawah naungan Galeri Investasi Syariah (GIS) PSEI FIAI UII. Kali ini, KSPMS melaksanakan Pendidikan dan Latihan (DIKLAT) Pengurus KSPMS periode 2018 yang dilaksanakan pada tanggal 24-25 Maret 2018 di villa Hanna, Kaliurang. Kegiatan ini bermaksud untuk membekali pengurus KSPMS dengan pengetahuan tentang pasar modal syariah secara mendalam khususnya mengenai kelembagaan Pasar Modal Syariah dan pengetahuan secara umum mengenai Pasar Modal Syariah itu sendiri.

Acara diklat pengurus KSPMS berlangsung dengan lancar dan khidmat. Peserta terlihat antusias dengan setiap materi yang diberikan setiap sesinya. Pengurus diberikan pendalaman materi tentang kelembagaan Pasar Modal Syariah dan Pengantar Pasar Modal Syariah yang disampaikan oleh bapak M Adi Wicaksono SE,MEI yang sekaligus merupakan ketua pengelola GIS FIAI UII. Sesi ini menjadi semakin menarik dengan adanya kuis dan simulasi transaksi saham syariah. Peserta melakukan simulasi secara manual dengan berperan sebagai emiten, investor, dan pencatat transaksi saham. Pada sesi terakhir, terdapat sesi inspirasi oleh Andrian Wibisono SE dari Universitas Mercu Buana yang menyampaikan motivasi dan berbagi pengalaman kesuksesanya dalam bergelut di investasi saham. Sebagai penutup, M Syahdi Yusuf selaku ketua KSPMS turut serta berbagi pengalamanya dan menegaskan kembali misi KSPMS FIAI UII untuk dapat terus berkomitmen dan mengembangkan saham sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Diskusi Ilmiah Dosen Program Studi Ekonomi Islam

Dalam kehidupan berekonomi, manusia di arahkan menuju kebahagian dunia dan akhirat dengan memperhatikan aturan-aturan dalam menjaga hubungan antara manusia dengan Allah Subhanhu Wa Ta’ala, maupun hubungan antara sesama manusia. Ekonomi Islam jelas menawarkan beberapa keragaman solusi untuk menjawab permasalahan ekonomi yang ada.

Ekonomi Islam juga disebut sebagai ekonomi yang rahmatan lil ‘alamin, karena berlandaskan prinsip Syari’ah Islam yang menjadi rahmat bagi seluruh alam. Seyogyanya, dengan kehadiran ekonomi Islam dapat memberikan jawaban yang nyata terhadap problematika ekonomi yang ada.

Orientasi keilmuan dan kajian tentang ekonomi Islam perlu dikembangkan untuk menjawab permasalahan yang ada. Oleh karena itu, Program Studi Ekonomi Islam (PSEI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) melalui Pusat Kajian dan Konsultasi Ekonomi Islam (PK2EI) memfasilitasi dosen dan mahasiswa untuk meningkatkan kapabilitas keilmuannya melalui kajian dan diskusi ilmiah di bidang Ekonomi Islam.

Soya Sobaya, SEI., MM (Pemateri I), Martini Dwi Pusparini (Pemateri II), M. Adi Wicaksono, SE., MEI (Moderator), Fajar Fandi Atmaja, Lc., MSI. (Pemateri III). (Rizal)

Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan wawasan pegetahuan dan keilmuan bagi dosen, PSEI menyelenggarakan diskusi dosen yang diselenggarakan di Ruang Sidang FIAI, Gedung K.H.A Wahid Hasyim, Kampus UII Terpadu, Jalan Kaliurang km 14.5, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta pukul 09.00 – 11.30 WIB pada hari Rabu (21/3).

Kegiatan diskusi dosen tersebut dinarasumberi oleh 3 dosen tetap PSEI dengan tema pembahasan yang berbeda. Soya Sobaya, SEI., MM sebagai pemateri 1 menyampaikan materinya tentang “Generation Gap dan Implikasinya dalam kehidupan Berekonomi”, Martini Dwi Pusparini, SHI., MSI sebagai pemateri 2 menyampaikan materi dengan judul “Kebijakan Pemerintah Indonesia dalam Penetapan Harga Bahan Bakar Perspektif Ekonomi Islam”, dan pemateri 3 Fajar Fandi Atmaja, Lc., MSI menyampaikan materi tentang “Etika Konsumsi dalam Risalah Iqtishad Badiuzzaman Said Nursi 1876-1960 M”.

Selain penyampaian materi, kegiatan yang dimoderatori oleh Adi Wicaksono, SE., MEI tersebut juga menyajikan sesi tanya jawab dan diskusi yang sangat interaktif, dari ketiga materi yang dibawakan.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu Program Diskusi rutin bulanan Dosen PSEI yang dirancang untuk meningkatkan kapabilitas keilmuan dosen dengan menjadwalkan setiap dosen PSEI menjadi narasumber. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan keilmuan dan kajian tentang ekonomi Islam bagi dosen dan mahasiswa sehingga tercipta PSEI yang rahmatan lil ‘alamin. (r)

 

Program Studi Ekonomi Islam Tawarkan Cara Ampuh Seleseikan Tugas Akhir dalam 6 Bulan

Tuntutan mahasiswa semester akhir adalah penyelesaian tugas akhir dengan tepat waktu, akan tetapi hal ini sering dirasa sangat mustahil bagi mahasiswa, pasalnya mereka sangat jarang untuk menyelesaikan tugas akhir dengan tepat waktu, banyak alasan bahkan faktor yang dirasakan, mulai dari faktor internal dari mahasiswa sendiri seperti rasa malas hingga faktor eksternal seperti dosen yang susah untuk ditemui dan lain sebagainya.

Program Studi Ekonomi Islam (PSEI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) bergerak cepat untuk menuntaskan problematika tersebut, melalui “Public Hearing” yang bertemakan “Cara Ampuh Seleseikan Tugas Akhir dalam 6 Bulan”. Acara yang dihadiri 66 mahasiswa tingkat akhir PSEI angkatan 2013 dan 2014 ini dilaksanakan di Ruang Sidang FIAI, Gedung K.H.A Wahid Hasyim, Kampus UII Terpadu, Jalan Kaliurang km 14.5, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, pada Selasa (13/03).

Martini Dwi Pusparini, SHI., MSI, memotivasi mahasiswa dalam penyelesaian tugas akhirnya (Rizal/wgw)

Terlepas dari beberapa faktor yang mempengaruhi terhambatnya mahasiswa menyelesaikan tugas akhirnya, Martini Dwi Pusparini, SHI, MSI selaku Pemateri dan Dosen tetap PSEI menjelaskan bahwa dalam penyelesaian tugas akhir, mahasiswa harus mempunyai motivasi yang tinggi, mengatur waktu dengan baik, fokus, dan meninggalkan hal-hal yang menggangu proses penyelesaian tugas akhir.

Martini panggilan akrabnya menyampaikan beberapa permasalahan yang menimpa mahasiswa dalam penyelesaian tugas akhirnya tersebut. Mulai dari penentuan masalah, mahasiswa masih sering mencari judul bukan menemukan masalah. “Menemukan masalah bisa di lingkunagan sekitar, seperti membaca literatur di perpustakaan, koran, dan jurnal. Bisa juga dengan mengamati fenomena terkini yang sedang booming,” tuturnya.

“Pilihlah tema yang disukai, jangan yang terlalu sulit tetapi yang realistis. Buat sesuatu yang berbeda dan usahakan tidak melakukan penelitian dengan tema yang telah digunakan orang lain”, tambahnya. Ia juga menyarankan bahwa dalam penyusunan tugas akhir mahasiswa harus bisa membuat plan A hingga F tentang tema penelitian, kemudian konsultasikan ke dosen pembimbing untuk mendapat arahan dan mempermudah dalam menentukan tujuan penelitian.

Martini juga memberikan tips-tips kepada mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhirnya. “Niat dan motivasi yang kuat dalam menyelesaikan tugas akhir, Format tugas akhir harus sesuai panduan yang telah ditetapkan, Berkomitmen penuh dengan rencana yang telah dibuat, Memahami dengan benar karakter  dosen pembimbing dan hubungi dosen dengan cara yang baik dan sopan, Cari teman seperjuangan yang sama-sama mempunyai semangat kuat ingin segera lulus, Minta do’a orang tua dan kerabat terdekat, dan yang paling penting adalah Kurangi jadwal nongkrong yang tidak berfaedah”, tuturnya memotivasi.

Acara ini merupakan acara yang pertama kali diselenggarakan oleh PSEI dan direncanakan akan dilaksanakan secara berkelanjutan. Tujuannya untuk memunculkan kesadaran dan motivasi mahasiswa dalam penyelesaian tugas akhir. Melalui acara ini diharapkan mahasiswa tingkat akhir dapat menyelesaikan studi dengan cepat dan tepat waktu sehingga dapat mendukung proses akreditasi PSEI terakreditasi “A”. Amiin. (r)

Mahasiswa Prodi Ekonomi Islam Mengikuti Lomba Paduan Suara di Sri Lanka

WhatsApp Image 2018-01-25 at 2.11.48 PM

Mahasiswa Prodi Ekonomi Islam Muhammad Isnan Nurfaqih (2015) dan Suci Julia Anrepa (2016) menjadi bagian dari anggota Paduan Suara Mahasiswa “Miracle Voice” Universitas Islam Indonesia (PSMMV UII) yang belum lama ini meraih banyak penghargaan dalam kompetisi “4th Asia Pasific Choir Games” yang diselenggarakan oleh INTERKULTUR. Kompetisi ini berlangsung selama delapan hari dari tanggal 21-28 Oktober 2017 dan diikuti oleh berbagai kelompok Paduan Suara dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik. Peserta tidak hanya terbatas dari kalangan mahasiswa saja, namun juga dari kalangan umum.
Sebelum keberangkatan, delegasi harus melalui tahap audisi untuk seleksi antar anggota PSMMV UII sendiri, hingga lolos menjadi bagian dari 35 Penyanyi yang terpilih. Tim ini melakukan persiapan yang cukup matang, diawali dengan seleksi, latihan selama beberapa bulan yang dimulai dari bulan Februari hingga keberangkatan, sampai mengadakan konser PSMMV UII di RRI Yogyakarta. Dalam kompetisi ini, PSMMV UII memberangkatkan 44 orang yang terdiri dari 35 Penyanyi, 4 orang pemusik, 4 orang Liaison Officer dan 1 orang Konduktor sekaligus sebagai pelatih. Menurut Isnan, perlombaan ini meninggalkan kesan yang begitu mendalam suka-duka, beban lomba yang berat, dan rasa lelah kerap mewarnai proses latihan. “ Kedisiplinan yang diterapkan saat latihan, membuat para anggota lebih mandiri dan bertanggung jawab” pungkasnya. Kedepanya Isnan berharap, PSMMV UII dapat lebih meningkatkan kualitas, tidak cepat puas dengan pencapaian yang telah diraih dan harapanya kampus akan selalu mensupport kegiatan mahasiswa terutama untuk aktif dalam event Internasional.
Dalam kompetisi ini PSMMV UII berhasil menorehkan sejumlah prestasi yang gemilang diantaranya, (Champion of Asia Pasific Choir Games) Winner of Category Musica Sacra with Accompaniment, (Champion of Asia Pasific Choir Games) Winner of Category Mixed Adult Choir, Gold Medal Grand Prix of Nation Category Folklore with Accompaniment, Gold Medal Category Folklore with Accompaniment, Gold Medal Category Mixed Adult Choir, Gold Medal Category Musica Sacra with Accompaniment, Gold Diploma Category Musica Sacra with Accompaniment, Silver Diploma Category Pop & Jazz Show.

Forum Kajian Ekonomi Islam (FKEI) Laksanakan Musyawarah Agenda Kerja

FKEI Laksanakan Muker

FKEI-Laksanakan-Musyawarah-Agenda-Kerja-2018

Forum Kajian Ekonomi Islam (FKEI) Mahasiswa Prodi Ekonomi Islam baru saja melaksanakan Musyawarah agenda Kerja di masa akhir periode 2017/2018 pada hari Sabtu, 13 Januari 2018 yang di laksanakan di ruang Sekertariat bersama LEM Universitas Islam Indonesia. Acara ini ditujukan untuk mengevaluasi dan rapat pleno pembahasan Tata-tertib, Garis-garis Besar Haluan Kegiatan (GBHK), Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (ADART) sebagai rujukan untuk kepegurusan periode selanjutnya. Tidak hanya dihadiri oleh segenap anggota pengurus dan magang FKEI, Musyawarah Agenda kerja ini juga dihadiri oleh perwakilan DPM dan LEM Fakultas Ilmu Agama Islam UII dalam acara pembuka.

Pembacaan Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) program kerja seluruh divisi FKEI turut serta menjadi salah satu agenda dalam Musyawarah Agenda kerja ini. Jefri Heri Sofyan selaku Sekertaris Jendral FKEI periode ini memaparkan bahwasanya acara berlangsung dengan lancar dan khidmat. Antusiasme peserta terlihat dalam berbagai pendapat, usulan dan komentar peserta sehingga menjadikan adanya beberapa perombakan dalam ADART dan GBHK dalam rangka pembenahan yang lebih baik untuk periode selanjutnya. Jefri menambahkan harapanya untuk kepengurusan FKEI periode selanjutnya untuk bisa lebih aktif, kompeten, dan dapat lebih baik dari periode saat ini. “ semoga tidak hanya dapat baik dalam menyelenggarakan event-event ekonomi islam, namun juga harapanya Sumber Daya Manusia (SDM) di FKEI dapat semakin aktif dalam bidang akademik dan kompetisi” paparnya.

Pada sesi terakhir, sekaligus dilakukan pemilihan ketua FKEI untuk kepengurusan periode 2018/2019 dengan hasil Wildan Achasanul Fikri pemenang suara terbanyak sebagai kandidat ketua FKEI terpilih untuk periode selanjutnya.

Diwajibkan Pengecekan Plagiasi Tugas Akhir Sebelum Ujian Pendadaran

Dalam rangka untuk mengurangi tingkat plagiarisme dan untuk meingkatkan kualitas karya ilmiah akhir yang merupakan syarat kelulusan maka, sebelum pelaksanaan ujian pendadaran mahasiswa wajib melakukan pengecakan draft karya tugas akhirnya dengan aplikasi Turnitin di Ruang e-Library Lantai LG Direktorat Perpustakaan Universitas Islam Indonesia pada hari kerja Senin-Jum’at Jam 08.30-15.00 Wib Informasi selanjutnya klik disini…….

Mahasiswi Ekonomi Islam Juara 1 Debat Bahasa Inggris se-Asia Tenggara

Nurdina Juara 1 Debat Bahasa Inggris se-Asia Tenggara

Nurdina Juara 1 Debat Bahasa Inggris se-Asia Tenggara

Prestasi gemilang kembali diraih oleh mahasiswa Prodi Ekonomi Islam. Nurdina Nisaa Filanti (Ekonomi Islam 2015) berhasil meraih juara 1 Debat Bahasa Inggris se-Asia Tenggara dalam acara Festival Budaya dan Peradaban Islam Asia Tenggara (Fesbadin 2017) yang diselenggarakan oleh Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Jakarta pada tanggal 23 Oktober s.d. 08 November 2017 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Tidak sendiri, Nurdina ditemani oleh rekan satu timnya yang terdiri Agit Pratama (FTI, Teknik Kimia 2015), dan Melisa Akma Sari (FTSP, Arsitektur 2015) yang sama-sama tergabung dalam tim debat Universitas Islam Indonesia English Debating Society (EDS). Di babak final, tim Universitas Islam Indonesia berhadapan dengan tim UIN Raden Intan Lampung dengan mosi seputar budaya.

Bagi Nurdina, Mengikuti lomba debat bukanlah merupakan hal yang mudah dan sekedar adu argument, sebagai debater diharuskan memiliki mental yang kuat, kritis dan memiliki pengetahuan yang luas. Terlebih dengan latar belakang Nurdina sebagai mahasiswa Ekonomi Islam, ia dituntut untuk dapat menguasai pengetahuan diluar bidangnya seperti ilmu hukum, politik, sosial bahkan ilmu lingkungan serta harus selalu update dengan berita terkini. Menjelang perlombaan, debater harus menjalani jadwal latihan yang padat dan harus tetap dapat membagi waktu dengan tugas-tugas kuliahnya sebagai mahasiswa. Namun, hal tersebut bukanlah penghalang bagi Nurdina karena jerih payahnya terbayarkan dengan bertambahnya wawasan, relasi, kemampuan public speaking, dan tentunya critical thinking. Menjadi delegasi kampus untuk lomba debat merupakan hal yang menarik dan menantang, karena debater diharuskan menjadi orang yang multitasking. “Jangan takut akan kekalahan, teruslah mencoba walaupun gagal.Cause winner never quits, and quitters never win” ungkap alumnus SMAN 1 Tenggarong tersebut.