Bakti Sosial Magang Forum Kajian Ekonomi Islam dan Mahasiswa PSEI angkatan 2017

Forum Kajian Ekonomi Islam (FKEI) Program Studi Ekonomi Islam (PSEI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) adakan Bakti Sosial dan Sahur On The Road (SOTR) bertajuk “Ramadhan Euphoria Spectacular (RESPECT)”. Kegiatan ini bertemakan “Memperkukuh ukhuwah islamiyah mahasiswa Ekonomi Islam FIAI melalui kegiatan SOTR dan bakti sosial guna terwujudnya silaturahmi antar mahasiswa Ekonomi Islam dan terciptanya rasa kepedulian terhadap lingkungan sekitar”.  Acara yang  merupakan kerjasama antara anggota magang FKEI dan Mahasiswa Ekonomi Islam angkatan 2017 ini diadakan pada Sabtu. 26 Mei 2018 di Yayasan Daarul ’ilmi Sleman dan kawasan Malioboro Yogyakarta.

 

Kegiatan yang dilakukan dimulai dengan SOTR yaitu kegiatan berbagi nasi untuk masyarakat menengah ke bawah di sekitar malioboro dan sahur bersama anggota magang FKEI. Disusul siang hari kegiatan dilanjutkan dengan Bakti Sosial di yayasan Daarul ‘Ilmi sembada berupa kegiatan belajar- mengajar, pentas seni, kultum, buka bersama, dan tarawih bersama dengan anak-anak di yayasan tersebut. kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan berupa materi mahfudzot atau kata-kata mutiara dalam Bahasa Arab, Pentas seni yang ditampilkan tidak hanya penampilan dari anak-anak yayasan, melainkan juga terdapat penampilan dari panita. Panitia menampilkan acoustic dengan tema Islami yang disusul dengan acara pembagian hadiah. Para peserta nampak antusias dengan berbagai  rangkaian acara yang dilaksanakan. “Acarannya seru, Alhamdulillah walaupun hanya sehari, tetapi sangatlah berarti” ujar Muhammad Fariza selaku ketua panitia kegiatan tersebut.

Muhammad Fariza berharap agar kegiatan bakti sosial dan SOTR yang dilakukan dapat mempererat ukhuwah islamiyah antar mahasiswa ekonomi Islam angkatan 2017 dengan anak-anak di yayasan Darul ‘ilmi dan kekeluargaan tersebut dapat terus berlanjut diterapkan di antara anggota magang FKEI. “ Semoga dengan cara ini rasa keperdulian sosial mahasiswa ekonomi islam terhadap sesame semakin tinggi dengan cara berbagi apapun tidak terbatas materi saja” Pungkasnya.

 

Mahaiswa Ekonomi Islam Raih IPK Tertinggi se-FIAI pada Wisuda UII Periode V

Nadia Nuril Firdaus Mahasiswa Ekonomi Islam angkatan 2014 berhasil meraih Indeks Prestasi Komulatif (IPK) tertinggi wisudawan Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) pada  wisuda UII periode V tahun  2018. Berkat prestasi tersebut, Nadia mendapatkan penghargaan dari dekan FIAI yang diserahkan langsung oleh dekan FIAI Tamyiz Mukharom MA pada acara pelepasan wisudawan /wisudawati FIAI yang dilaksanakan pada Jum’at 25 Mei 2018 di Ruang Sidang FIAI UII.

Mahasiswi Prodi Ekonomi Islam kelahiran bulan oktober ini merasa bersyukur dengan pencapaian yang telah ia raih “Alhamduillah bisa menunjukkan yang terbaik untuk orang tua” ujarnya. Baginya mengusahakan yang terbaik untuk orang tua merupakan hal yang terpenting. Nadia berprinsip untuk selalu mengedepankan skala prioritas. Nadia menjadikan peranya sebagai mahasiswi Program Studi Ekonomi Islam untuk menjadi sarana dalam birrul walidain dengan mengemban amanah utama sebagai mahasiswa yang harus dijaga yaitu berkuliah dengan baik. Adanya hadits yang menyatakan “Ridho Allah bergantung pada ridho orang tua” ia jadikan patokan untuk mencari ridho dengan cara berprestasi.

Selain kegiatan perkuliahan, Nadia menyukai kegiatan sosial masyarakat. Hal ini yang membawanya aktif dalam kegiatan diluar kampus berupa kegiatan volunteer, menjadi bagian dari Rumah Zakat dan Lembaga, Amil zakat, Infaq, dan Sodaqoh (LAZIS) UII. Dalam mengikuti kegiatan selain perkuliahan, yang terpenting adalah selalu memegang teguh prinsip untuk selalu sadar dengan prioritas. Sesibuk apapun dengan mengikuti organinasi, wirausaha, dan kegiatan apapun, ketika terus memegang teguh prinsip, akan dapat tetap membagi waktu dan menjalankan semuanya dengan baik.

Nadia berpesan kepada mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam lainya untuk dapat menambil peluang baik yang ada di Prodi Ekonomi Islam dan tidak hanya terfokus pada kekurangan fasilitas fisik yang diberikan kampus. “ Kritis boleh, tapi alangkah baiknya dapat juga melihat peluang besar yang mungkin tidak didapatkan di tempat lain. Awareness, keperdulian,kedekatan, dan kepekaan dosen dan staff menurutku adalah golden thing banget” papar Nadia. Mahasiswa dapat memanfaatkan peluang keperdulian Prodi Ekonomi Islam untuk mengeksplorasi lebih banyak dan lebih jau lagi pengalaman, ilmu, dan hal positif lainya. Nadia berharap, kedepanya mahasiswa Prodi Ekonomi Islam akan mendapatkan pengalaman, ilmu, dan pengetahuan yang jauh lebih baik dari apa yang telah diraih angkatan sebelumnya. “ Semangat berprestasi dan semangat berkontribusi untuk ummat!” pungkasnya.

 

 

 

KSPMS Ekonomi Islam UII adakan Bakti Sosial dan Sahur On The Road

Kelompok Studi Pasar Modal Syariah (KSPMS), Program Studi Ekonomi Islam (PSEI), Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI), Universitas Islam Indonesia (UII) mengadakan Bakti Sosial dan Buka bersama dengan anak yatim dan Sahur On The Road (SOTR). Di bawah naungan Galeri Investasi Syariah (GIS), kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan pada Senin 21 Mei 2018 di panti asuhan Al-Islam, Yogyakarta dengan tema “Berbagi bersama menumbuhkan jiwa sosial yang berlandaskan islam”.

Kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan berupa pemberian sembako, pakaian layak, dan barang primer lainya dari KSPMS Prodi EKonomi Islam UII serta buka bersama anak-anak yatim dan pengurus panti asuhan tersebut. kegiatan tidak cukup dengan sekedar buka bersama. Setelah melaksanakan shalat tarawih berjamaah, pengurus KSPMS mengajak anak-anak panti asuhan untuk bermain games simulasi transaksi saham Stocklab bersama-sama. anak-anak dibagi menjadi beberapa kelompok dengan masing-masing pengurus yang mendampingi untuk memberikan arahan cara bermain permainan tersebut. Bariah, salah satu anggota panti asuhan Al-Islam mengaku senang dengan kehadiran kakak-kakak pengurus KSPMS GIS Prodi Ekonomi Islam UII yang memberikan pengetahuan baru mengenai pasar modal syariah terutama saham syariah. “ Saya senang, karena dapat menambah pengetahuan” ujar siswi kelas MAN 2 Bantul tersebut.

Kegiatan berbagi KSPMS masih berlanjut hingga keesokan harinya. Setelah usainya kegiatan bakti sosial KSPMS GIS UII di Panti Asuhan-Al Iman, pengurus KSPMS berkumpul untuk mempersiapkan kegiatan Sahur On The Road (SOTR) yang dipersiapkan oleh pengurus secara mandiri. Pengurus KSPMS saling membantu dalam memasak hidangan yang akan dibagikan dalam kegiatan SOTR kebada warga di sekitar Malioboro Yogyakarta. Tidak perlu memakan waktu yang lama, hidangan sahur yang dibagikan di lokasi tersebut habis diserbu antusiasme warga. Rangkaian kegiatan ditutup dengan sahur bersama pengurus KSPMS GIS Prodi Ekonomi Islam di salah satu sudut tempat wisata Malioboro.

Syahdi Yusuf ketua KSPMS GIS Prodi Ekonomi Islam menyampaikan harapanya melalui program ini agar setiap pengurus KSPMS memiliki jiwa sosial yang tinggi, tetap membumi dan perduli terhadap sesama “ khairunnas anfauhum linnas, sebaik baik manusia adalah yang berguna bagi manusia lainya” ujarnya. Disamping menumbuhkan jiwa sosial, kegiatan tersebut diharapkan dapat menunjang literasi terkait pasar modal, khususnya dalam rangka melebarkan jangkauan pasar modal syariah untuk mejangkau seluruh elmen masyarakat guna memajukan pasar modal Indonesia.

Joint Scientific Discussion Prodi Ekonomi Islam UII dan Prodi Ekonomi Syariah UMM

Program Studi Ekonomi Islam (PSEI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) dan Program Studi Ekonomi Syari’ah (PSES) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses gelar Joint Scientific Discussion, dengan tema “Contemporary Issues on Islamic Economics” di Aula GKB IV, Lt. 9A, kampus III terpadu Universitas Muhammadiyah Malang, Jalan Raya Tlogomas 246 Kota Malang, Jawa Timur, Senin, (14/5).

Hadir dalam kesempatan tersebut Dr. Ahmad Djalaluddin, Lc., M.A, Ketua Program Studi Pascasarjana Ekonomi Syariah, Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim, Malang, selaku keynote speaker pada kegiatan ini. Azhar Muttaqin, M.Ag, yang merupakan Ketua Prodi Ekonomi Syariah FAI UMM, sekaligus pemateri dengan judul “Dinamisasi Perkembangan Ekonomi Islam Kontemporer”. Dan Muslikhati, ME., dengan materinya  yang berjudul “Diskursus Kontemporer Ekonomi Makro Islam di Indonesia”.

Nur Kholis, S.Ag., SEI., M.Sh. Ec., menyampaikan materi dalam agenda Joint Scientific Discussion di UMM

Nur Kholis, S.Ag., SEI., M.Sh.Ec, selaku pemateri dari PSEI FIAI UII menyampaikan materi dengan judul “Urgensi Fiqh Muamalah Maliyah dalam Pengembangan Ekonomi Islam”. Dalam makalahnya, ia menjelaskan tentang hubungan antara fiqh muamalah dan ekonomi Islam. Ia menyampaikan bahwa Fiqh muamalah adalah peraturan Islam yang berkaitan dengan hukum-hukum perniagaan, dan menjadi frame work yang sah untuk ekonomi Islam.

Sofwan Hadikusuma, Lc., ME., menyampaikan materi dalam agenda Joint Scientific Discussion di UMM

Tidak kalah menariknya, pemateri kedua Sofwan Hadikusuma Lc, MEI, menyampaikan materi dengan judul “Telaah Akad pada Transaksi Uang Elektronik”. Menurutnya Uang non tunai (cashless money) berwujud data elektronik sebagai hasil dari konversi uang tunai (cash money), yang nilainya disimpan dalam suatu media (chip atau server).

Beberapa dosen dan mahasiswa di lingkungan PSES FAI UMM juga ikut meramaikan kegiatan ini dan sangat antusias dalam mengikutinya. Hal tersebut dibuktikan dari jumlah peserta yang hadir mencapai 111 orang. (r)

KSPMS GIS Prodi Ekonomi Islam UII kunjungi BEI Yogyakarta

Kelompok Studi Pasar Modal Syariah (KSPMS) Program Studi Ekonomi Islam (PSEI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Unversitas Islam Indonesia (UII)  mengadakan kunjungan ke Bursa Efek Indonesia (BEI) Yogyakarta. Dibawah naungan Galeri Investasi Syariah (GIS) dan didampingi oleh Ketua Pengelola GIS Adi Wicaksono SEI, MEI., kunjungan tersebut dilaksanakan pada hari Selasa, 12 Mei 2018 di kantor BEI Kantor Perwakilan Yogyakarta. Kegiatan kunjungan dimaksudkan untuk memperkenalkan instrumen lembaga Pasar Modal Syariah dan membekali pengetahuan mengenai Saham Syariah kepada seluruh pengurus KSPMS GIS Prodi Ekonomi Islam.

Kunjungan Kelompok Studi Pasar Modal Syariah (KSPMS) Program Studi Ekonomi Islam (PSEI) FIAI UII ke Bursa Efek Indonesia (BEI) Yogyakarta.

Kegiatan kunjungan terbagi menjadi dua sesi. Sesi materi pertama disampaikan oleh Agnes Sindhunita Kusumastuti selaku Senior Officer di BEI Yogyakarta. Agnes menyampaikan materi yang bertemakan “ Investasi di Pasar Modal Indonesia”. Materi ini berisikan dasar pengenalan pasar modal, pengenalan beberapa istilah investasi saham, dan pentingnya berinvestasi di pasar modal syariah. Adanya investasi didasari oleh adanya inflasi. Uang yang hanya dikumpulkan akan meningkat jumlahnya, namun nilainya akan semakin berrkurang seiring tergerus oleh inflasi. Agnes memberikan contoh dengan produk Burger Big Mac yang pada tahun 1997 seharga Rp. 4000,- sedangkan pada tahun 2017 telah meningkat menjadi Rp.32.500,-. Hal ini membuktikan dengan harga yang telah jauh berbeda, produk yang didapatkan masih sama.  Dalam berinvestasi akan mengalami kenaikan dan penurunan, namun itu adalah hal yang wajar. Saat ini perusahaan Start-up dan UKM dapat turut serta listing di BEI. Jumlah emiten yang sudah listing sendiri terdapat 576 perusahaan dan jumlah tersebut akan terus bertambah.

Agnes juga memaparkan beberapa keuntungan dalam berinvestasi saham. Diantaranya adalah Capital gain yaitu selisih harga jual dan harga beli, Corporate Action berupa dividen, bonus share dan stocksplit, dan yang terakhir ialah investor akan mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Tidak hanya bermanfaat bagi Investor sebagai saran investasi, Pasaar modal juga bermanfaat bagi negara dengan adanya keterbukaan dan profesionalisme, iklim usaha yang sehat, memberikan sumber pembiayaan bagi pengusaha, dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

Tidak hanya pengetahuan mengenai keilmuan dasar pasar modal, pada sesi kedua pengurus juga diberikan materi mengenai transaksi saham syariah yang disampaikan oleh Endah Purwaningsih perwakilan dari MNC Securities. Materi sangat relevan dengan latar belakang KSPMS yang berkomitmen untuk terus mempelajari dan mengembangkan pasar modal syariah. Endah memberikan penjelasan mengenai Syariah Online Trading System (SOTS) yangmana harus sesuai dengan prinsip Ekonomi Islam.  Melalui kunjungan ini, Seluruh pengurus KSPMS dirarapkan akan lebih memahami institusi penunjang pasar modal maupun mengenai pasar modal itu sendiri.

KSPMS Prodi Ekonomi Islam Sharing Session Personal Branding

Kelompok Studi Pasar Modal Syariah (KSPMS) Program Studi Ekonomi Islam (PSEI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) adakan sharing session Personal Branding dan pembuatan Curriculum Vitae (CV). Di bawah naungan Galeri Investasi Syariah (GIS) Kelompok studi pasar modal syariah yang sekaligus klub investasi ini biasa mengadakan kajian rutin dua minggu sekali pada setiap selasa malam yang membahas tentang pasar modal syariah. Berbeda dengan kajian – kajian sebelumnya, pada hari Selasa, 8 Mei 2018 KSPMS memberikan materi kajian mengenai bagaimana membangun personal branding dan membuat CV yang menarik. Materi kajian yang diadakan di Laboratorium GIS ini disampaikan oleh Nafis Husna Khoirunnisa mahasiswa ekonomi Islam 2015 sekaligus koordinator divisi public relation KSPMS.

Mahasiswi yang sudah beberapa kali menjadi delegasi Prodi Ekonomi Islam dalam ajang internasional ini berbagi pengalamanya dalam membuat CV yang biasa ia ajukan untuk mendaftarkan diri di berbagai kegiatan maupun organisasi. Beberapa tips yang Nafis berikan dalam membuat CV secara berurutan ialah dengan melakukan job research yaitu banyak mencari tahu tentang posisi atau bidang yang akan dilamar, mengetahui konten umum yang harus ada di dalam CV, men-design semenarik mungkin, dan mengkoreksi ulang CV tersebut. Pada kesempatan ini ia juga berbagi situs yang sering ia gunakan dalam men-design CV yaitu www.canva.com. Selanjutnya, Nafis menyampaikan materinya mengenai personal branding. Personal Branding adalah bagaimana seseorang memaksimalkan atau faham betul value dan skill yang dimiliki untuk meniti karir atau dapat juga diartikan bagamaimana seseorang dapat memasarkan diri ditengah persaingan pasar yang semakin kompetitif. Beberapa tips untuk membangun personal branding yang ia sampaikan dimulai dari mengenali potensi yang dimiliki, membangun karakter positif, menunjukkan diri, hingga mengembangkan potensi dan karakter positif tersebut. pada akhir materi ia menekankan bahwa personal branding ialah sebuah upaya sungguh-sungguh untuk meningkatkan diri secara positif bukan memoles agar terlihat baik. “ Bukan pencitraan, tapi usaha yang melebur dalam kepribadian” ujar Nafis. “Membangun personal branding ini penting dalam persaingan pasar yang semakin kompetitif seperti sekarang ini” pungkasnya.

Antusiasme peserta kajian terlihat sangat baik. Terbukti dengan adanya banyak pertanyaan yang diajukan perserta untuk tahu lebih banyak mengenai materi tersebut. Peserta yang menghadiri kajian ini pun beragam dari beberapa fakultas yang berbeda yaitu; mahasiswa Fakultas Ilmu Agama Islam, Fakultas Teknik Informatika, Fakultas Ekonomi, dan bahkan eksternal UII yaitu mahasiswa STIE YKPN dan UTY.  Materi diberikan dalam rangka membekali mahasiswa khususnya pengurus KSPMS sendiri kemampuan untuk mengembangan diri di era yang semakin kompetitif sehingga dapat mendukung pencapaian karir yang baik.

Mahasiswa Ekonomi Islam Raih Juara Nasional

Ana Uswatun Khasanah mahasiswa angkatan 2017 Program Studi Ekonomi Islam (PSEI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) berhasil meraih juara 3 cabang lomba Musabaqoh Syahril Qur’an pada ajang Olimpiade Nasional Al-Qur’an yang diselenggarakan oleh Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta dalam rangka Harlah ke -41 institusi tersebut. Acara yang dilaksanakan pada 27-29 April 2018 di Jakarta tersebut mengusung tema “Bumikan Al-Qur’an dengan Seni, Wujudkan Peradaban Madani”. Acara ini telah berlangsung untuk yang ketiga kalinya.

Bersinergi dengan tema tersebut, acara ini mengelar sebelas cabang perlombaan Qur’ani  diantaranya adalah Musabaqoh  Hifdzil Qur’an (MHQ), Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ), Estafet ayat, Musabaqoh Maqalatil Qur’an (MMQ), Musabaqoh Syahril Qur’an (MSQ), Murotal Qira’at, Marawis, Hadrah, Nasyid, Kaligrafi, dan Editing Video. Ana bersama dengan kedua rekan satu timnya Yoza Fernando (FIAI/Ahwal al-Syakhsyiyyah angkatan 17) dan Ega (FTSP/Teknik Lingkungan angkatan 2017) menjadi bagian dari total 550 peserta yang mengikuti ajang tersebut. Adapun Musabaqoh Syahril Qur’an (MSQ) adalah salah satu cabang lomba dalam bidang Musabaqoh yang mengungkapkan kandungan ini Al-Qur’an dengan cara menampilkan bacaan, puitisasi/terjemah, pidato, dan uraian yang menunjukkan kesatuan yang serasi.

Ana Uswatun Khasanah (FIAI/Ekonomi ISlam angkatan 2017), Yoza Fernando (FIAI/Ahwal al-Syakhsyiyyah angkatan 17) dan Ega (FTSP/Teknik Lingkungan angkatan 2017)

 

Mahasiswa Prodi Ekonomi Islam lulusan MA Darul A’mal kota Metro Lampung ini sudah menorehkan banyak prestasi semenjak masih berada di bangku sekolah. Beberapa prestasi yang pernah ia raih diantaranya adalah Juara lomba Da’iyah tingkat SMA, Juara 2 Syahril Qur’an tingkat sekolah, Juara 2 Syahri Qur’an tingkat DI Yogyakarta 2018, Juara 1 Syahril Qur’an tingkat Jawa Tengan & DI Yogyakarta 2018, dan Juara 3 Syahril Qur’an tingkat nasional 2018. Ana merasa sangat bersukur dengan prestasi yang dapat ia raih. Bahkan sempat merasa tidak menyangka karena persaingan yang cukup ketat. “ Alhamdulillah hasil tidak menghianati usaha” ujar Ana.

Ana juga berpesan untuk selalu berani mencoba, tidak takut untuk gagal dan terus Istiqomah berlatih. karena usaha tersebut akan membuahkan hasil yang setimpal. Selain prestasi, Ana mengaku merasa senang dapat mengikuti beberapa ajang perlombaan. Karena pada momen tersebut ia mendapatkan banyak teman baru dan yang terpenting ilmu dan pengalamanya akan semakin bertambah. Terakhir, Ana berharap untuk bisa terus berkontribusi secara positif untuk Prodi Ekonomi Islam. Sehingga dapat membantu menunjang Prodi Ekonomi Islam untuk meraih akreditasi (A) amin.

Mahasiswa Ekonomi Islam Berkiprah di Thailand

Penelitian Payung kolaborasi dosen dan mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam (PSEI) kembali memberikan kabar gembira. Kali ini,  Ahmad Rido Mahasiswa PSEI angkatan 2015 mempresentasikan hasil penelitianya di ajang internasional bertajuk  “2nd International Conference on Law and Islamic Jurisprudence 2018” di Prince of Songkla University, Phuket, Thailand, pada hari Senin, 30 April 2018. Konferensi Internasional ini diselenggarakan oleh Center for Contemporary Fiqh & Syariah Compliance Faculty of Islamic Studies Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) dan Department of Syariah Faculty of Islamic Sciences (FaIS) Prince of Songkla University. Adapun konferensi ini di ikuti oleh para akademisi dari berbagai macam kalangan yang berasal dari wilayah Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika.  Acara ini bertujuan sebagai ajang untuk bertukar pikiran dan pandangan terkait dengan masalah hukum dan isu keislaman untuk meningkatkan wawasan pemikiran di antara peneliti, dosen, administrator, praktisi hukum, dan pelajar yang terlibat.

Foto Bersama Peserta “2nd International Conference on Law and Islamic Jurisprudence 2018” di Prince of Songkla University, Phuket, Thailand

Penelitian ini merupakan hasil dari program penelitian payung 2017 yaitu penelitian kolaborasi antara dosen dan mahasiswa yang diadakan oleh Program Studi Ekonomi Islam. Dibantu oleh salah satu dosen PSEI Muhammad Iqbal S.E.I M.S.I. mahasiswa kelahiran Serang Banten tersebut mengangkat sebuah tulisan yang berjudul “Kesiapan Sumber Daya Manusia di Daerah Istimewa Yogyakarta Menuju Wisata Syariah” Penelitian ini membahas tentang potensi dan kesiapan pada sumber daya manusia yang ada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mewujudkan wisata syariah. Disampaikan oleh Ahmad Rido, wisatawan muslim merupakan segmen baru yang sedang berkembang pesat dalam industri pariwisata. Sebagai daerah dengan mayoritas penduduk muslim dan merupakan salah satu provinsi dengan destinasi wisata terbaik di Indonesia, menjadikan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)  berpeluang untuk diwujudkan sebagai destinasi wisata syariah di Indonesia.  “Ditinjau dari potensi pada sumber daya manusia di DIY untuk mewujudkan wisata syariah. DIY merupakan daerah yang penduduknya mayoritas Islam. Terlebih dengan budaya masyarakat Yogyakarta yang ramah dan terbiasa untuk saling menghargai menjadikan Yogyakarta mempunyai peluang dalam memajukan wisata halal dan menjadi percontohan kemajuan wisata halal di dunia” ungkapnya. Penelitian ini disambut dengan baik oleh peserta yang hadir, terbukti dengan adanya diskusi dengan peserta lain untuk berbagi ide dalam mewujudkan wisata syariah.

Rido menambahkan, penelitianya ini mengambil lima sampel tempat wisata yang ada di wilayah DIY berdasarkan pembagian kategori tempat wisata yang ada di daerah tersebut yaitu wisata sejarah, museum, bahari, alam, dan minat khusus. Dalam penelitianya, Rido mencoba meneliti kesiapan SDM yang ada DIY menuju wisata syariah dengan menggunakan kriteria wisata ramah keluarga pada Global Muslim Travel Index (GMTI), penerapan ajaran Islam oleh SDM, pemahaman SDM mengenai konsep wisata syariah, dan saran dari responden agar terwujudnya wisata syariah di DIY.

Bagi Rido, keikutsertaanya dalam event ini merupakan hal yang sangat berkesan. Karena dari beragam latar belakang peserta yang sudah bergelar Ph.D dan Doktor dari berbagai wilayah di Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika. Rido merupakan satu satunya presentator yang masih menempuh jenjang S1 dan menjadi delegasi UII sebagai satu-satunya presentator dari Indonesia. “Sungguh ini benar-benar pengalaman yang menakjubkan, berkesempatan mempresentasikan hasil penelitian dihadapan kalangan akademisi dari wilayah Asia Tenggara. Dan di dalam forum, hanya saya satu-satunya mahasiswa S1 yang berasal dari Indonesia. Ini membuktikan bahwa kualitas akademik mahasiswa ekonomi islam FIAI UII patut diperhitungkan di kancah internasional seperti pada konferensi internasional ini” pungkasnya.

 

 

Mahasiswa Prodi Ekonomi Islam Juara 2 Tenis Meja Nasional

Prestasi gemilang kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam (PSEI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII). Kali ini prestasi diraih oleh Yahya Asidiq mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam angkatan 2017 berhasil meraih juara 2 cabang olahraga tenis meja tunggal pada ajang “The 16th FEB UI Cup” yang dilaksanakan pada 14-28 April 2017 di Universitas Indonesia, Depok. Ajang ini merupakan kompetisi nasional di bidang olahraga yang diadakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) bagi seluruh mahasiswa ekonomi se-Indonesia.

Yahya-dan-Deo-selaku-official

Pada babak Semi final Yahya sempat tertinggal oleh lawanya yang merupakan perwakilan tuan rumah kompetisi tersebut. Beruntung ia dapat mengejar ketertinggalan tersebut hingga dapat memenangkan pertandingan dengan skor 3–2. “ Dengan niat dan tekad yang kuat Alhamdulillah bisa sampai ke final” ujar Yahya. Perstasi tersebut tidak diraih Yahya begitu saja. Mahasiswa alumni Pondok Pesantren Ta’ mirul Islam Solo ini telah menekuni bidang tenis meja sejak kelas 3 Sekolah Dasar (SD) sebagai hobi dan dilatih olah ayahnya sendiri. Tidak heran, berkat ketekunanya tersebut ia sebelumya pernah meraih Juara 1 tenis Meja antar pondok dan Aliyah se-kota Solo Raya tada tahun 2013, dan kembali meraih Juara 1 pada kejuaraan yang sama pad tahun 2014.

Yahya berpesan kepada mahasiswa lainya untuk selalu bersemangat dalam meraih prestasi dan cita-cita yang dimiliki masing-masing. “ketika ada kemauan passti ada jalan” ujarnya. Prestasi yang diraih oleh Yahya ini di harapkan mampu memotivasi mahasiswa lainya untuk dapat aktif berkontribusi positif untuk Prodi Ekonomi Islam. Yahya membuktikan, tanggung jawab sebagai mahasiswa yang harus mengusahakan akademik yang baik bukanlah pengahalang untuk mengembangkan potensi lain yang dimiliki. Salah satunya di bidang olahraga.