Pos

Mahasiswa Ekonomi Islam Raih Juara dalam Lomba Arabic World Festival UAD 2021

Delegasi Mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia (UII) kembali memperoleh prestasi yang membanggakan tingkat nasional. Tiga mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam berhasil meraih 3 penghargaan pada 3 cabang lomba Arabic World Festival (AWFest) yang diselenggarakan secara daring oleh Universitas Ahmad Dahlan pada tanggal 5 hingga 10 Oktober 2021.

Arabic World Festival (AWFest) merupakan ajang perlombaan yang berstandar nasional,  dengan fokus perlombaan menggunakan bahasa Arab guna melatih kualitas Sumber Daya Manusia khususnya dalam bidang bahasa Arab.

Pada tahun ini, Arabic World Festival (AWFest) UAD mengangkat tema besar “Millenial Inspiratif dan Eksistensi Bahasa Arab dalam Peradaban Intelektual”. Terdapat 2 tingkatan dalam perlombaan yaitu tingkat mahasiswa dan tingkat siswa. Untuk tingkat mahasiswa, cabang lomba yang dapat diikuti diantaranya Ghina Araby, Pidato Bahasa Arab, dan Baca Berita Arab. Kemudian, untuk lomba tingkat siswa terdiri dari Puisi Bahasa Arab dan Pidato Arab saja.

Adapun beberapa prestasi yang diraih oleh delegasi Mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam yang dinaungi oleh El-Markazi, diantaranya Juara 1 Lomba Baca Berita Bahasa Arab oleh Nailia Nurul Hikmah (Ekonomi Islam 2018), Juara 2 Lomba Ghina Araby oleh Rima Isfah Lana (Ekonomi Islam 2017), dan Juara Harapan 1 Lomba Baca Berita Bahasa Arab oleh Luthfi Hawari (Ekonomi Islam 2020).

“Saya sangat bersyukur kembali diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk berproses menjadi seseorang yang lebih optimis dan kompetitif dengan mengikuti perlombaan, karena banyak sekali pelajaran yang bisa diambil di luar kegiatan belajar mengajar di kampus,” ujar Naila Nurul Hikmah selaku penyandang Juara 1 Lomba Baca Berita Bahasa Arab (Selasa, 19/10).

Selanjutnya, Siti Komariah selaku Koordinator Bidang Bahasa Arab El-Markazi, mengaku sangat bersyukur atas prestasi yang diperoleh oleh delegasi mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam tersebut. Baginya menang kalah dalam perlombaan merupakan proses pembentukan orang-orang hebat.

“Saya sangat bersyukur, apa yang telah teman-teman usahakan memperoleh hasil terbaik. Tentu hal ini tidak terlepas dari semangat teman-teman untuk latihan dalam mempersiapkan lomba,” ungkap Siti Komariah.

Luthfi Hawari juga menyampaikan bahwa ia sangat bersyukur atas capaian prestasinya. “Alhamdulillah, saya bisa diberi kesempatan untuk mengikuti perlombaan ini. Kemauan dan tekad yang kuat adalah kunci utama yang harus selalu diterapkan pada kehidupan yang kemudian dibarengi dengan doa kepada Allah SWT,” tuturnya (Selasa, 19/10).

“Semoga dengan apa yang telah kami capai saat ini dapat menginspirasi teman-teman mahasiswa Universitas Islam Indonesia untuk berkarya, melakukan hal-hal bermanfaat sekaligus mengasah kemampuan yang dimiliki, bukan hanya dalam bidang bahasa arab, tetapi dalam bidang apapun,”  Kata Rima Isfah Lana (Selasa, 19/10).

 

Sosialisasi Kurikulum 2021 Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM)

Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Sosialisasi Kurikulum 2021 Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) bagi Mahasiswa Ekonomi Islam angkatan 2017, 2018, 2019, dan 2020, pada hari Selasa tanggal 24 Agustus 2021, secara daring melalui zoom meeting.

Kurikulum baru ini dipaparkan oleh Ketua Program Studi Sarjana Ekonomi Islam yaitu Ibu Soya Sobaya, SEI., M.M., dan didampingi oleh Sekretaris Program Studi Sarjana Ekonomi Islam yaitu Ibu Tulasmi, SEI., MEI., juga dihadiri oleh Ketua Jurusan Ilmu Agama Islam Fakultas Ilmu Agama Islam yaitu Ibu Dr. Rahmani Timorita Yulianti, M.Ag., beserta Dosen Pengajar dan Mahasiswa Ekonomi Islam.

“Secara umum kurikulum baru 2021 ini cukup signifikan berbeda dengan kurikulum sebelumnya yaitu kurikulum 2017:

Pertama, dari sisi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) lebih ringkas menjadi 12 kompetensi yang sebelumnya 41 – 54 kompetensi.

Kedua, bobot SKS lebih ringan yaitu 2 – 3 sks (+ praktikum 1 sks) yang sebelumnya 2 – 6 sks.

Ketiga, total SKS tempuh hanya 144 yang sebelumnya 145. Keempat, terdapat varian mata kuliah pilihan yaitu 3 pilihan prodi; 3 konsentrasi; 3 pilihan tugas akhir (Penelitian; Pengabdian Kepada Masyarakat; Perintisan Bisnis) yang sebelumnya hanya terdapat 3 konsentrasi pilihan dan 1 tugas akhir yaitu penelitian (skripsi).

Kelima, distribusi mata kuliah pada kurikulum baru 2021 terdapat 20 sks per semester yang sebelumnya 17 – 21 sks per semester.

Keenam, status kegiatan belajar mengajar (KBM) boleh dalam prodi atau luar prodi perguruan tinggi sesuai dengan ketentuan dan persetujuan prodi yang sebelumnya hanya boleh KBM di dalam prodi,” Ujar Ibu Tulasmi, SEI., MEI melalui zoom meeting.

Ibu Soya Sobaya, SEI., M.M juga menyampaikan bahwa setiap mahasiswa yang mengambil penjaluran tugas akhir selain penelitian (skripsi), diperbolehkan untuk mengerjakan secara berkelompok, namun laporan dan publikasinya dilakukan oleh masing-masing mahasiswa sesuai dengan konsentrasi pilihan.

Konversi mata kuliah dari kurikulum 2017 ke kurikulum baru 2021 diberlakukan mulai semester ganjil tahun akademik 2021/2022 dengan mempertimbangkan SKS dan IPK yang ditempuh oleh mahasiswa.