KSPMS Program Studi Ekonomi Islam Lasanakan DIKLAT Pengurus

Kelompok Studi Pasar Modal Syariah (KSPMS) Program Studi Ekonomi Islam (PSEI) FIAI UII terus berupaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Mahasiswa  (SDM) dibawah naungan Galeri Investasi Syariah (GIS) PSEI FIAI UII. Kali ini, KSPMS melaksanakan Pendidikan dan Latihan (DIKLAT) Pengurus KSPMS periode 2018 yang dilaksanakan pada tanggal 24-25 Maret 2018 di villa Hanna, Kaliurang. Kegiatan ini bermaksud untuk membekali pengurus KSPMS dengan pengetahuan tentang pasar modal syariah secara mendalam khususnya mengenai kelembagaan Pasar Modal Syariah dan pengetahuan secara umum mengenai Pasar Modal Syariah itu sendiri.

Acara diklat pengurus KSPMS berlangsung dengan lancar dan khidmat. Peserta terlihat antusias dengan setiap materi yang diberikan setiap sesinya. Pengurus diberikan pendalaman materi tentang kelembagaan Pasar Modal Syariah dan Pengantar Pasar Modal Syariah yang disampaikan oleh bapak M Adi Wicaksono SE,MEI yang sekaligus merupakan ketua pengelola GIS FIAI UII. Sesi ini menjadi semakin menarik dengan adanya kuis dan simulasi transaksi saham syariah. Peserta melakukan simulasi secara manual dengan berperan sebagai emiten, investor, dan pencatat transaksi saham. Pada sesi terakhir, terdapat sesi inspirasi oleh Andrian Wibisono SE dari Universitas Mercu Buana yang menyampaikan motivasi dan berbagi pengalaman kesuksesanya dalam bergelut di investasi saham. Sebagai penutup, M Syahdi Yusuf selaku ketua KSPMS turut serta berbagi pengalamanya dan menegaskan kembali misi KSPMS FIAI UII untuk dapat terus berkomitmen dan mengembangkan saham sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Diskusi Ilmiah Dosen Program Studi Ekonomi Islam

Dalam kehidupan berekonomi, manusia di arahkan menuju kebahagian dunia dan akhirat dengan memperhatikan aturan-aturan dalam menjaga hubungan antara manusia dengan Allah Subhanhu Wa Ta’ala, maupun hubungan antara sesama manusia. Ekonomi Islam jelas menawarkan beberapa keragaman solusi untuk menjawab permasalahan ekonomi yang ada.

Ekonomi Islam juga disebut sebagai ekonomi yang rahmatan lil ‘alamin, karena berlandaskan prinsip Syari’ah Islam yang menjadi rahmat bagi seluruh alam. Seyogyanya, dengan kehadiran ekonomi Islam dapat memberikan jawaban yang nyata terhadap problematika ekonomi yang ada.

Orientasi keilmuan dan kajian tentang ekonomi Islam perlu dikembangkan untuk menjawab permasalahan yang ada. Oleh karena itu, Program Studi Ekonomi Islam (PSEI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) melalui Pusat Kajian dan Konsultasi Ekonomi Islam (PK2EI) memfasilitasi dosen dan mahasiswa untuk meningkatkan kapabilitas keilmuannya melalui kajian dan diskusi ilmiah di bidang Ekonomi Islam.

Soya Sobaya, SEI., MM (Pemateri I), Martini Dwi Pusparini (Pemateri II), M. Adi Wicaksono, SE., MEI (Moderator), Fajar Fandi Atmaja, Lc., MSI. (Pemateri III). (Rizal)

Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan wawasan pegetahuan dan keilmuan bagi dosen, PSEI menyelenggarakan diskusi dosen yang diselenggarakan di Ruang Sidang FIAI, Gedung K.H.A Wahid Hasyim, Kampus UII Terpadu, Jalan Kaliurang km 14.5, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta pukul 09.00 – 11.30 WIB pada hari Rabu (21/3).

Kegiatan diskusi dosen tersebut dinarasumberi oleh 3 dosen tetap PSEI dengan tema pembahasan yang berbeda. Soya Sobaya, SEI., MM sebagai pemateri 1 menyampaikan materinya tentang “Generation Gap dan Implikasinya dalam kehidupan Berekonomi”, Martini Dwi Pusparini, SHI., MSI sebagai pemateri 2 menyampaikan materi dengan judul “Kebijakan Pemerintah Indonesia dalam Penetapan Harga Bahan Bakar Perspektif Ekonomi Islam”, dan pemateri 3 Fajar Fandi Atmaja, Lc., MSI menyampaikan materi tentang “Etika Konsumsi dalam Risalah Iqtishad Badiuzzaman Said Nursi 1876-1960 M”.

Selain penyampaian materi, kegiatan yang dimoderatori oleh Adi Wicaksono, SE., MEI tersebut juga menyajikan sesi tanya jawab dan diskusi yang sangat interaktif, dari ketiga materi yang dibawakan.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu Program Diskusi rutin bulanan Dosen PSEI yang dirancang untuk meningkatkan kapabilitas keilmuan dosen dengan menjadwalkan setiap dosen PSEI menjadi narasumber. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan keilmuan dan kajian tentang ekonomi Islam bagi dosen dan mahasiswa sehingga tercipta PSEI yang rahmatan lil ‘alamin. (r)

 

Program Studi Ekonomi Islam Tawarkan Cara Ampuh Seleseikan Tugas Akhir dalam 6 Bulan

Tuntutan mahasiswa semester akhir adalah penyelesaian tugas akhir dengan tepat waktu, akan tetapi hal ini sering dirasa sangat mustahil bagi mahasiswa, pasalnya mereka sangat jarang untuk menyelesaikan tugas akhir dengan tepat waktu, banyak alasan bahkan faktor yang dirasakan, mulai dari faktor internal dari mahasiswa sendiri seperti rasa malas hingga faktor eksternal seperti dosen yang susah untuk ditemui dan lain sebagainya.

Program Studi Ekonomi Islam (PSEI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) bergerak cepat untuk menuntaskan problematika tersebut, melalui “Public Hearing” yang bertemakan “Cara Ampuh Seleseikan Tugas Akhir dalam 6 Bulan”. Acara yang dihadiri 66 mahasiswa tingkat akhir PSEI angkatan 2013 dan 2014 ini dilaksanakan di Ruang Sidang FIAI, Gedung K.H.A Wahid Hasyim, Kampus UII Terpadu, Jalan Kaliurang km 14.5, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, pada Selasa (13/03).

Martini Dwi Pusparini, SHI., MSI, memotivasi mahasiswa dalam penyelesaian tugas akhirnya (Rizal/wgw)

Terlepas dari beberapa faktor yang mempengaruhi terhambatnya mahasiswa menyelesaikan tugas akhirnya, Martini Dwi Pusparini, SHI, MSI selaku Pemateri dan Dosen tetap PSEI menjelaskan bahwa dalam penyelesaian tugas akhir, mahasiswa harus mempunyai motivasi yang tinggi, mengatur waktu dengan baik, fokus, dan meninggalkan hal-hal yang menggangu proses penyelesaian tugas akhir.

Martini panggilan akrabnya menyampaikan beberapa permasalahan yang menimpa mahasiswa dalam penyelesaian tugas akhirnya tersebut. Mulai dari penentuan masalah, mahasiswa masih sering mencari judul bukan menemukan masalah. “Menemukan masalah bisa di lingkunagan sekitar, seperti membaca literatur di perpustakaan, koran, dan jurnal. Bisa juga dengan mengamati fenomena terkini yang sedang booming,” tuturnya.

“Pilihlah tema yang disukai, jangan yang terlalu sulit tetapi yang realistis. Buat sesuatu yang berbeda dan usahakan tidak melakukan penelitian dengan tema yang telah digunakan orang lain”, tambahnya. Ia juga menyarankan bahwa dalam penyusunan tugas akhir mahasiswa harus bisa membuat plan A hingga F tentang tema penelitian, kemudian konsultasikan ke dosen pembimbing untuk mendapat arahan dan mempermudah dalam menentukan tujuan penelitian.

Martini juga memberikan tips-tips kepada mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhirnya. “Niat dan motivasi yang kuat dalam menyelesaikan tugas akhir, Format tugas akhir harus sesuai panduan yang telah ditetapkan, Berkomitmen penuh dengan rencana yang telah dibuat, Memahami dengan benar karakter  dosen pembimbing dan hubungi dosen dengan cara yang baik dan sopan, Cari teman seperjuangan yang sama-sama mempunyai semangat kuat ingin segera lulus, Minta do’a orang tua dan kerabat terdekat, dan yang paling penting adalah Kurangi jadwal nongkrong yang tidak berfaedah”, tuturnya memotivasi.

Acara ini merupakan acara yang pertama kali diselenggarakan oleh PSEI dan direncanakan akan dilaksanakan secara berkelanjutan. Tujuannya untuk memunculkan kesadaran dan motivasi mahasiswa dalam penyelesaian tugas akhir. Melalui acara ini diharapkan mahasiswa tingkat akhir dapat menyelesaikan studi dengan cepat dan tepat waktu sehingga dapat mendukung proses akreditasi PSEI terakreditasi “A”. Amiin. (r)