Pos

Pengalaman Mahasiswa Mengikuti Perkuliahan di Luar Universitas dalam Program Merdeka Belajar NUNI

Pada tanggal 01 Maret 2021 – 12 Juli 2021 lalu, Siti Komariah Mahasiswa Program Ekonomi Islam Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia (UII) angkatan 2018 telah mengikuti program pertukaran pelajar di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) selama 1 semester secara daring melalui Program Merdeka Belajar NUNI (PMBN). Awalnya Siti Komariah mengetahui program tersebut dari postingan instagram @ekonomiislam_uii, lalu ia tertarik dan akhirnya menghubungi Ibu Soya Sobaya, SEI., M.M selaku Ketua Prodi Ekonomi Islam.

NUNI (Nationwide University Network in Indonesia) atau jejaring perguruan tinggi nusantara yang merupakan sebuah kolaborasi antar perguruan tinggi negeri dan swasta untuk memperkuat mobilitas, kualitas, dan kesinambungan Perguruan Tinggi di Indonesia.

Program Merdeka Belajar NUNI (PMBN) merupakan wujud kerjasama NUNI dalam mengimplementasikan kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengenai Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Terdapat 14 Universitas yang turut berpartisipasi dalam program ini yaitu Universitas Bina Nusantara, Universitas Surabaya, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Katolik Soegijapranata, Universitas Islam Sultan Agung, Universitas Kristen Petra, Universitas Islam Indonesia, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Padjadjaran, Universitas Sanata Dharma, Universitas Kristen Satya Wacana, Universitas Andalas, dan Universitas Kristen Maranatha.

Adapun persyaratan dokumen yang harus dipenuhi untuk mengikuti program PMBN yaitu formulir pendaftaran yang dapat diunduh melalui link https://nuni.mobi/merdeka-belajar/ , pas foto (3×4) – ditempel di formulir, fotokopi atau scan KTP, surat rekomendasi dari universitas asal (optional), fotokopi atau scan transkrip nilai terbaru. Mengenai biaya pertukaran pelajar Program Merdeka Belajar NUNI (PMBN) ini tidak dipungut biaya (gratis).

Selama mengikuti pertukaran pelajar melalui Program Merdeka Belajar NUNI (PMBN), Siti Komariah mengambil mata kuliah Kewirausahaan yang merupakan salah satu mata kuliah Program Studi Manajemen di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

“Tujuan saya mengikuti PMBN adalah saya ingin berkontribusi secara langsung untuk membangun keunggulan akademik melalui kolaborasi mahasiswa antar Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Indonesia, khususnya Universitas Muhammadiyah Malang.

Selain mendapatkan pengalaman akademis yang baru, Program Merdeka Belajar NUNI (PMBN) juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berkompetisi dengan mahasiswa lainnya dari 14 Universitas anggota NUNI dalam kompetisi Call For Paper dengan topik Masa Depan Pendidikan: Suara Mahasiswa dari NUNI untuk keberagaman dan Kesatuan Indonesia.

Saya berharap program ini dapat menginspirasi hidup saya untuk terus memperkaya pengalaman, ilmu dan prestasi yang mampu membangunkan semangat mahasiswa lain untuk mengikuti Program Merdeka Belajar NUNI (PMBN) periode berikutnya,” ujar Siti Komariah.

https://www.instagram.com/tv/CThFeg8HVKk/

Sosialisasi Kurikulum 2021 Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM)

Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan Sosialisasi Kurikulum 2021 Merdeka Belajar – Kampus Merdeka (MBKM) bagi Mahasiswa Ekonomi Islam angkatan 2017, 2018, 2019, dan 2020, pada hari Selasa tanggal 24 Agustus 2021, secara daring melalui zoom meeting.

Kurikulum baru ini dipaparkan oleh Ketua Program Studi Sarjana Ekonomi Islam yaitu Ibu Soya Sobaya, SEI., M.M., dan didampingi oleh Sekretaris Program Studi Sarjana Ekonomi Islam yaitu Ibu Tulasmi, SEI., MEI., juga dihadiri oleh Ketua Jurusan Ilmu Agama Islam Fakultas Ilmu Agama Islam yaitu Ibu Dr. Rahmani Timorita Yulianti, M.Ag., beserta Dosen Pengajar dan Mahasiswa Ekonomi Islam.

“Secara umum kurikulum baru 2021 ini cukup signifikan berbeda dengan kurikulum sebelumnya yaitu kurikulum 2017:

Pertama, dari sisi Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) lebih ringkas menjadi 12 kompetensi yang sebelumnya 41 – 54 kompetensi.

Kedua, bobot SKS lebih ringan yaitu 2 – 3 sks (+ praktikum 1 sks) yang sebelumnya 2 – 6 sks.

Ketiga, total SKS tempuh hanya 144 yang sebelumnya 145. Keempat, terdapat varian mata kuliah pilihan yaitu 3 pilihan prodi; 3 konsentrasi; 3 pilihan tugas akhir (Penelitian; Pengabdian Kepada Masyarakat; Perintisan Bisnis) yang sebelumnya hanya terdapat 3 konsentrasi pilihan dan 1 tugas akhir yaitu penelitian (skripsi).

Kelima, distribusi mata kuliah pada kurikulum baru 2021 terdapat 20 sks per semester yang sebelumnya 17 – 21 sks per semester.

Keenam, status kegiatan belajar mengajar (KBM) boleh dalam prodi atau luar prodi perguruan tinggi sesuai dengan ketentuan dan persetujuan prodi yang sebelumnya hanya boleh KBM di dalam prodi,” Ujar Ibu Tulasmi, SEI., MEI melalui zoom meeting.

Ibu Soya Sobaya, SEI., M.M juga menyampaikan bahwa setiap mahasiswa yang mengambil penjaluran tugas akhir selain penelitian (skripsi), diperbolehkan untuk mengerjakan secara berkelompok, namun laporan dan publikasinya dilakukan oleh masing-masing mahasiswa sesuai dengan konsentrasi pilihan.

Konversi mata kuliah dari kurikulum 2017 ke kurikulum baru 2021 diberlakukan mulai semester ganjil tahun akademik 2021/2022 dengan mempertimbangkan SKS dan IPK yang ditempuh oleh mahasiswa.