Delegasi Mahasiswa Ekonomi Islam Borong Juara 1 Lomba Festival Jazirah Arab 2021

Festival Jazirah Arab merupakan ajang perlombaan menggunakan bahasa Arab yang dilaksanakan satu tahun sekali di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Kali ini, Festival Jazirah Arab mengangkat tema besar “Transformasi Sastra Arab Digital bagi Milenial di Era Disrupsi”.

Dalam Festival Jazirah Arab, dua delegasi mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia (UII) berhasil meraih 2 penghargaan pada 2 cabang lomba Festival Jazirah Arab yang diselenggarakan secara daring pada tanggal 2 hingga 4 November 2021 lalu.

Adapun beberapa prestasi yang diraih oleh dua delegasi Mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam yang dinaungi oleh El-Markazi, diantaranya Juara 1 Lomba Baca Berita Bahasa Arab oleh Nailia Nurul Hikmah (Ekonomi Islam 2018) dan Juara 1 Lomba Ghina Araby oleh Rima Isfah Lana (Ekonomi Islam 2017).

“Alhamdulillah, pencapaian yang luar biasa bagi saya. Kali pertamanya saya meraih juara 1 dalam cabang lomba Ghina Araby. Saya sangat bersyukur atas apa yang telah saya raih, apapun hasilnya saya selalu mensyukurinya dan keberhasilan ini harapannya dapat menjadi motivasi diri saya sendiri untuk menjadi yang lebih baik lagi,” ujar Rima Isfah Lana selaku penyandang Juara 1 Ghina Araby (Senin, 06/12).

Rima Isfah Lana juga menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan lomba tersebut, ia harus melalui beberapa tahapan lomba secara daring, mulai dari proses pendaftaran, pembuatan video, editing, upload video dan penilaian dari dewan juri. Peserta yang berpartisipasi dalam lomba Festival Jazirah Arab berasal dari berbagai perguruan tinggi (PTN/PTS/PTAIN/PTAIS) dan masyarakat umum pecinta bahasa Arab di Indonesia.

“Semoga dengan apa yang telah saya raih ini dapat dijadikan sebagai motivasi untuk teman-teman mahasiswa Ekonomi Islam UII khususnya dalam bidang Bahasa Arab, agar harapannya mahasiswa dapat menghidupkan semangat untuk berkarya dan mengetahui betapa indahnya karya seni di bidang bahasa Arab,” Kata Rima Isfah Lana (Senin, 06/12).

Program Studi S1 Ekonomi Islam Melaksanakan Visitasi AUN-QA Assessment 2021

Asean University Network Quality Assurance (AUN-QA) merupakan kaji ulang dan evaluasi program studi berdasarkan model penjaminan mutu yang dikembangkan oleh Asean University Network (AUN).

Tahun ini, dalam visitasi AUN-QA ke-242, Program Studi Sarjana (S1) Ekonomi Islam Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia (UII) menjadi salah satu program studi yang telah mengikuti visitasi AUN-QA assessment 2021. Akibat pandemi Covid-19, visitasi AUN-QA dilaksanakan secara daring pada tanggal 25 hingga 29 Oktober 2021 lalu.

“Berdasarkan Visi Program Studi Ekonomi Islam (PSEI) yaitu menjadi program studi yang unggul di tingkat Asia. Untuk mencapai hal itu, kami menyadari bahwa banyak hal yang perlu dipersiapkan. AUN-QA menjadi bagian dari langkah PSEI untuk mendapatkan rekognisi internasional sekaligus mengevaluasi upaya kami dalam mewujudkan visi kami” Ujar Ibu Soya Sobaya, SEI., M.M (Rabu, 01/12).

Selanjutnya Bapak Rizqi Anfanni Fahmi, SEI., MSI. juga menyampaikan keunikan dari visitasi AUN-QA yang dilaksanakan secara daring. “Pelaksanaan AUN-QA secara daring memiliki keunikan yaitu adanya live streaming mengenai fasilitas universitas, fakultas dan program studi. Walaupun AUN-QA dilaksanakan secara daring, namun persiapan yang dilakukan secara offline begitu banyak meliputi persiapan ruangan, koneksi internet, latihan penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa untuk wawancara dengan asesor, dan fasilitas lainnya,” Tuturnya (Jumat, 26/11).

Dokumentasi assesment daring

Dalam pelaksanaan AUN-QA terbagi menjadi beberapa tahapan. Pada tahap pertama (Senin, 25/10), kegiatan yang dilaksanakan meliputi pembukaan, diskusi dengan pengelola fakultas, pengelola program studi, tim SAR, dan dosen serta kunjungan fasilitas universitas yang dilaksanakan secara live streaming. Pada tahap kedua (Selasa, 26/10), kegiatan yang dilaksanakan yakni wawancara dengan staf atau tenaga pendidik, fakultas, universitas dan mahasiswa dengan metode university based dan home based.

Pada tahap ketiga (Rabu, 27/10), kegiatan yang dilaksanakan meliputi kunjungan fasilitas pada level fakultas dan program studi yang dilaksanakan secara live streaming. Di hari yang sama juga dilaksanakan kegiatan wawancara dengan alumni dan pengguna lulusan dengan metode university based dan home based. Pada tahap keempat (Kamis, 28/10), kegiatan yang dilaksanakan yakni review dan klarifikasi dokumen bersama tim SAR. Pada tahap kelima (Jumat, 29/10), penutupan.

Serangkaian visitasi AUN-QA assessment 2021 ini melibatkan stakeholders internal dan eksternal PSEI. Seluruh civitas akademik UII juga turut membantu dalam pelaksanaannya,” Ujar Ibu Soya Sobaya, SEI., M.M (Rabu, 01/12).

Proses penilaian AUN-QA dilakukan pada aspek pedagogis dan tata kelola pendidikan yang mengacu pada standar akreditasi internasional. Pada proses penilaian berkas dilakukan melalui Self Assessment Report (SAR) yang dikirim ke kantor pusat AUN-QA. Penilaian ini dilakukan oleh tim asesor dari AUN atas delapan kriteria (Expected Learning outcome, Programme Structure and Content, Teaching and Learning Approach, Student Assessment, Academic Staff, Student Support Services, Facilities and Infrastructure, Output and Outcomes). Tim asesor dari AUN yang terdiri dari Prof. Dr. Alyssa Paleo-Alampay (Lead Assessor) yang berasal dari Filipina dan Dr. Nguyen Thi Huyen (Assessor) yang berasal dari Vietnam.

Ibu Soya Sobaya, SEI., M.M menyampaikan harapan untuk Program Studi Ekonomi Islam setelah mengikuti visitasi AUN-QA. “Sertifikasi AUN-QA tidak hanya mengantarkan sebuah institusi untuk mendapat pengakuan internasional namun juga bagian dari ikhtiar dalam perbaikan berkelanjutan (continuous improvement). Selanjutnya PSEI bercita-cita menjadi prodi unggulan di tingkat Asia melalui rekognisi akreditasi internasional sebagaimana tercantum dalam masterplan PSEI 2016-2036,” Tuturnya (Rabu, 01/12).

Wisudawati Ekonomi Islam Borong 2 Pin Emas pada Wisuda UII Periode II TA 2021/2022

Universitas Islam Indonesia (UII) kembali menyelenggarakan upacara wisuda periode I dan II tahun akademik 2021/2022 yang dipimpin oleh Rektor UII dan berlangsung secara luring terbatas serta daring pada Sabtu (27/11/2021). Kali ini mahasiswa peserta wisuda berasal dari program Doktor, Magister, Sarjana, dan Diploma.

Dea Fajria Tatarizqa Japal, SE dan Hana Nabila, SE merupakan wisudawati S1 Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) sukses meraih Pin Emas dengan predikat Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4,00. Pin Emas merupakan suatu bentuk penghargaan yang mewakili alumni dan diberikan kepada mahasiswa atau mahasiswi UII dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) terbaik dalam setiap pelaksanaan wisuda.

Dea Fajria Tatarizqa Japal, SE

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur luar biasa Allah anugerahkan dan memberikan kesempatan luar biasa ini kepada saya. Satu hal yang saya yakini dari dulu hingga saat ini adalah Surat Al-fatihah merupakan surat pertama dalam al-Quran yang berarti pembukaan. Pada Ayat 1 dan 2, Bismillahirrahmanirrahim dan Alhamdulillahirabbil ‘alamin. Hal ini yang menjadi motto hidup saya, ketika kita memulai semuanya dengan Bismillah serta menyerahkan semua usaha kita kepada Allah dan diakhiri dengan mengucapkan Hamdalah,” ujar Dea Fajria Tatarizqa Japal, SE  (Jumat, 26/11) .

Hana Nabila Rizka, SE

Selanjutnya, Hana Nabila, SE juga mengaku sangat bersyukur atas capaian prestasinya. “Alhamdulillah saya mendapatkan IPK sempurna 4.00, namun kembali lagi IPK hanyalah sebuah angka, tapi saya yakin dibalik angka tersebut ada capaian yang sebanding dengan usaha yang dikerahkan, ketekunan, kerja keras, dan segala suka duka yang dilewati. Seperti yang disampaikan oleh bapak Fathul Wahid, ST., M.Sc., Ph.D. selaku rektor UII bahwa kita adalah anak panah yang sudah dilepaskan oleh pemainnya untuk melaju cepat melewati segala keadaan untuk mencapai tujuan. Kita harus menjadi pemain bukan hanya penonton di dunia,” tuturnya (Ahad, 28/11).

Selain meraih Pin Emas dan IPK sempurna, Ica dan Hana sapaan akrabnya, merupakan penerima beasiswa penuh santri unggulan. Semasa kuliah, dua mahasiswa tersebut mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren UII.