Mahaiswa Ekonomi Islam Raih IPK Tertinggi se-FIAI pada Wisuda UII Periode V

Nadia Nuril Firdaus Mahasiswa Ekonomi Islam angkatan 2014 berhasil meraih Indeks Prestasi Komulatif (IPK) tertinggi wisudawan Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) pada  wisuda UII periode V tahun  2018. Berkat prestasi tersebut, Nadia mendapatkan penghargaan dari dekan FIAI yang diserahkan langsung oleh dekan FIAI Tamyiz Mukharom MA pada acara pelepasan wisudawan /wisudawati FIAI yang dilaksanakan pada Jum’at 25 Mei 2018 di Ruang Sidang FIAI UII.

Mahasiswi Prodi Ekonomi Islam kelahiran bulan oktober ini merasa bersyukur dengan pencapaian yang telah ia raih “Alhamduillah bisa menunjukkan yang terbaik untuk orang tua” ujarnya. Baginya mengusahakan yang terbaik untuk orang tua merupakan hal yang terpenting. Nadia berprinsip untuk selalu mengedepankan skala prioritas. Nadia menjadikan peranya sebagai mahasiswi Program Studi Ekonomi Islam untuk menjadi sarana dalam birrul walidain dengan mengemban amanah utama sebagai mahasiswa yang harus dijaga yaitu berkuliah dengan baik. Adanya hadits yang menyatakan “Ridho Allah bergantung pada ridho orang tua” ia jadikan patokan untuk mencari ridho dengan cara berprestasi.

Selain kegiatan perkuliahan, Nadia menyukai kegiatan sosial masyarakat. Hal ini yang membawanya aktif dalam kegiatan diluar kampus berupa kegiatan volunteer, menjadi bagian dari Rumah Zakat dan Lembaga, Amil zakat, Infaq, dan Sodaqoh (LAZIS) UII. Dalam mengikuti kegiatan selain perkuliahan, yang terpenting adalah selalu memegang teguh prinsip untuk selalu sadar dengan prioritas. Sesibuk apapun dengan mengikuti organinasi, wirausaha, dan kegiatan apapun, ketika terus memegang teguh prinsip, akan dapat tetap membagi waktu dan menjalankan semuanya dengan baik.

Nadia berpesan kepada mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam lainya untuk dapat menambil peluang baik yang ada di Prodi Ekonomi Islam dan tidak hanya terfokus pada kekurangan fasilitas fisik yang diberikan kampus. “ Kritis boleh, tapi alangkah baiknya dapat juga melihat peluang besar yang mungkin tidak didapatkan di tempat lain. Awareness, keperdulian,kedekatan, dan kepekaan dosen dan staff menurutku adalah golden thing banget” papar Nadia. Mahasiswa dapat memanfaatkan peluang keperdulian Prodi Ekonomi Islam untuk mengeksplorasi lebih banyak dan lebih jau lagi pengalaman, ilmu, dan hal positif lainya. Nadia berharap, kedepanya mahasiswa Prodi Ekonomi Islam akan mendapatkan pengalaman, ilmu, dan pengetahuan yang jauh lebih baik dari apa yang telah diraih angkatan sebelumnya. “ Semangat berprestasi dan semangat berkontribusi untuk ummat!” pungkasnya.

 

 

 

Mahasiswa Ekonomi Islam Raih Juara Nasional

Ana Uswatun Khasanah mahasiswa angkatan 2017 Program Studi Ekonomi Islam (PSEI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) berhasil meraih juara 3 cabang lomba Musabaqoh Syahril Qur’an pada ajang Olimpiade Nasional Al-Qur’an yang diselenggarakan oleh Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta dalam rangka Harlah ke -41 institusi tersebut. Acara yang dilaksanakan pada 27-29 April 2018 di Jakarta tersebut mengusung tema “Bumikan Al-Qur’an dengan Seni, Wujudkan Peradaban Madani”. Acara ini telah berlangsung untuk yang ketiga kalinya.

Bersinergi dengan tema tersebut, acara ini mengelar sebelas cabang perlombaan Qur’ani  diantaranya adalah Musabaqoh  Hifdzil Qur’an (MHQ), Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ), Estafet ayat, Musabaqoh Maqalatil Qur’an (MMQ), Musabaqoh Syahril Qur’an (MSQ), Murotal Qira’at, Marawis, Hadrah, Nasyid, Kaligrafi, dan Editing Video. Ana bersama dengan kedua rekan satu timnya Yoza Fernando (FIAI/Ahwal al-Syakhsyiyyah angkatan 17) dan Ega (FTSP/Teknik Lingkungan angkatan 2017) menjadi bagian dari total 550 peserta yang mengikuti ajang tersebut. Adapun Musabaqoh Syahril Qur’an (MSQ) adalah salah satu cabang lomba dalam bidang Musabaqoh yang mengungkapkan kandungan ini Al-Qur’an dengan cara menampilkan bacaan, puitisasi/terjemah, pidato, dan uraian yang menunjukkan kesatuan yang serasi.

Ana Uswatun Khasanah (FIAI/Ekonomi ISlam angkatan 2017), Yoza Fernando (FIAI/Ahwal al-Syakhsyiyyah angkatan 17) dan Ega (FTSP/Teknik Lingkungan angkatan 2017)

 

Mahasiswa Prodi Ekonomi Islam lulusan MA Darul A’mal kota Metro Lampung ini sudah menorehkan banyak prestasi semenjak masih berada di bangku sekolah. Beberapa prestasi yang pernah ia raih diantaranya adalah Juara lomba Da’iyah tingkat SMA, Juara 2 Syahril Qur’an tingkat sekolah, Juara 2 Syahri Qur’an tingkat DI Yogyakarta 2018, Juara 1 Syahril Qur’an tingkat Jawa Tengan & DI Yogyakarta 2018, dan Juara 3 Syahril Qur’an tingkat nasional 2018. Ana merasa sangat bersukur dengan prestasi yang dapat ia raih. Bahkan sempat merasa tidak menyangka karena persaingan yang cukup ketat. “ Alhamdulillah hasil tidak menghianati usaha” ujar Ana.

Ana juga berpesan untuk selalu berani mencoba, tidak takut untuk gagal dan terus Istiqomah berlatih. karena usaha tersebut akan membuahkan hasil yang setimpal. Selain prestasi, Ana mengaku merasa senang dapat mengikuti beberapa ajang perlombaan. Karena pada momen tersebut ia mendapatkan banyak teman baru dan yang terpenting ilmu dan pengalamanya akan semakin bertambah. Terakhir, Ana berharap untuk bisa terus berkontribusi secara positif untuk Prodi Ekonomi Islam. Sehingga dapat membantu menunjang Prodi Ekonomi Islam untuk meraih akreditasi (A) amin.

Mahasiswa Ekonomi Islam Berkiprah di Thailand

Penelitian Payung kolaborasi dosen dan mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam (PSEI) kembali memberikan kabar gembira. Kali ini,  Ahmad Rido Mahasiswa PSEI angkatan 2015 mempresentasikan hasil penelitianya di ajang internasional bertajuk  “2nd International Conference on Law and Islamic Jurisprudence 2018” di Prince of Songkla University, Phuket, Thailand, pada hari Senin, 30 April 2018. Konferensi Internasional ini diselenggarakan oleh Center for Contemporary Fiqh & Syariah Compliance Faculty of Islamic Studies Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) dan Department of Syariah Faculty of Islamic Sciences (FaIS) Prince of Songkla University. Adapun konferensi ini di ikuti oleh para akademisi dari berbagai macam kalangan yang berasal dari wilayah Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika.  Acara ini bertujuan sebagai ajang untuk bertukar pikiran dan pandangan terkait dengan masalah hukum dan isu keislaman untuk meningkatkan wawasan pemikiran di antara peneliti, dosen, administrator, praktisi hukum, dan pelajar yang terlibat.

Foto Bersama Peserta “2nd International Conference on Law and Islamic Jurisprudence 2018” di Prince of Songkla University, Phuket, Thailand

Penelitian ini merupakan hasil dari program penelitian payung 2017 yaitu penelitian kolaborasi antara dosen dan mahasiswa yang diadakan oleh Program Studi Ekonomi Islam. Dibantu oleh salah satu dosen PSEI Muhammad Iqbal S.E.I M.S.I. mahasiswa kelahiran Serang Banten tersebut mengangkat sebuah tulisan yang berjudul “Kesiapan Sumber Daya Manusia di Daerah Istimewa Yogyakarta Menuju Wisata Syariah” Penelitian ini membahas tentang potensi dan kesiapan pada sumber daya manusia yang ada di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta untuk mewujudkan wisata syariah. Disampaikan oleh Ahmad Rido, wisatawan muslim merupakan segmen baru yang sedang berkembang pesat dalam industri pariwisata. Sebagai daerah dengan mayoritas penduduk muslim dan merupakan salah satu provinsi dengan destinasi wisata terbaik di Indonesia, menjadikan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY)  berpeluang untuk diwujudkan sebagai destinasi wisata syariah di Indonesia.  “Ditinjau dari potensi pada sumber daya manusia di DIY untuk mewujudkan wisata syariah. DIY merupakan daerah yang penduduknya mayoritas Islam. Terlebih dengan budaya masyarakat Yogyakarta yang ramah dan terbiasa untuk saling menghargai menjadikan Yogyakarta mempunyai peluang dalam memajukan wisata halal dan menjadi percontohan kemajuan wisata halal di dunia” ungkapnya. Penelitian ini disambut dengan baik oleh peserta yang hadir, terbukti dengan adanya diskusi dengan peserta lain untuk berbagi ide dalam mewujudkan wisata syariah.

Rido menambahkan, penelitianya ini mengambil lima sampel tempat wisata yang ada di wilayah DIY berdasarkan pembagian kategori tempat wisata yang ada di daerah tersebut yaitu wisata sejarah, museum, bahari, alam, dan minat khusus. Dalam penelitianya, Rido mencoba meneliti kesiapan SDM yang ada DIY menuju wisata syariah dengan menggunakan kriteria wisata ramah keluarga pada Global Muslim Travel Index (GMTI), penerapan ajaran Islam oleh SDM, pemahaman SDM mengenai konsep wisata syariah, dan saran dari responden agar terwujudnya wisata syariah di DIY.

Bagi Rido, keikutsertaanya dalam event ini merupakan hal yang sangat berkesan. Karena dari beragam latar belakang peserta yang sudah bergelar Ph.D dan Doktor dari berbagai wilayah di Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika. Rido merupakan satu satunya presentator yang masih menempuh jenjang S1 dan menjadi delegasi UII sebagai satu-satunya presentator dari Indonesia. “Sungguh ini benar-benar pengalaman yang menakjubkan, berkesempatan mempresentasikan hasil penelitian dihadapan kalangan akademisi dari wilayah Asia Tenggara. Dan di dalam forum, hanya saya satu-satunya mahasiswa S1 yang berasal dari Indonesia. Ini membuktikan bahwa kualitas akademik mahasiswa ekonomi islam FIAI UII patut diperhitungkan di kancah internasional seperti pada konferensi internasional ini” pungkasnya.

 

 

Mahasiswa Prodi Ekonomi Islam Juara 2 Tenis Meja Nasional

Prestasi gemilang kembali ditorehkan mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam (PSEI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII). Kali ini prestasi diraih oleh Yahya Asidiq mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam angkatan 2017 berhasil meraih juara 2 cabang olahraga tenis meja tunggal pada ajang “The 16th FEB UI Cup” yang dilaksanakan pada 14-28 April 2017 di Universitas Indonesia, Depok. Ajang ini merupakan kompetisi nasional di bidang olahraga yang diadakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) bagi seluruh mahasiswa ekonomi se-Indonesia.

Yahya-dan-Deo-selaku-official

Pada babak Semi final Yahya sempat tertinggal oleh lawanya yang merupakan perwakilan tuan rumah kompetisi tersebut. Beruntung ia dapat mengejar ketertinggalan tersebut hingga dapat memenangkan pertandingan dengan skor 3–2. “ Dengan niat dan tekad yang kuat Alhamdulillah bisa sampai ke final” ujar Yahya. Perstasi tersebut tidak diraih Yahya begitu saja. Mahasiswa alumni Pondok Pesantren Ta’ mirul Islam Solo ini telah menekuni bidang tenis meja sejak kelas 3 Sekolah Dasar (SD) sebagai hobi dan dilatih olah ayahnya sendiri. Tidak heran, berkat ketekunanya tersebut ia sebelumya pernah meraih Juara 1 tenis Meja antar pondok dan Aliyah se-kota Solo Raya tada tahun 2013, dan kembali meraih Juara 1 pada kejuaraan yang sama pad tahun 2014.

Yahya berpesan kepada mahasiswa lainya untuk selalu bersemangat dalam meraih prestasi dan cita-cita yang dimiliki masing-masing. “ketika ada kemauan passti ada jalan” ujarnya. Prestasi yang diraih oleh Yahya ini di harapkan mampu memotivasi mahasiswa lainya untuk dapat aktif berkontribusi positif untuk Prodi Ekonomi Islam. Yahya membuktikan, tanggung jawab sebagai mahasiswa yang harus mengusahakan akademik yang baik bukanlah pengahalang untuk mengembangkan potensi lain yang dimiliki. Salah satunya di bidang olahraga.

Penelitian Kolaboratif Dosen dan Mahasiswa Prodi Ekonomi Islam Tembus Konferensi Internasional

Hasil penelitian kolaborasi dosen dan mahasiswa menghantarkan Andri Mardika mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam (PSEI) angkatan 2015 Fakutas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) untuk berperan aktif di forum internasional. Pada tanggal 24-26 April 2018 Andri mempresentasikan hasil penelitianya dalam ajang 6th Southeast Asia International Islamic Philanthropy Conference (SEAIIPC) 2018 yang dilaksanakan di hotel Eastparc, Yogyakarta.

Sesi Foto Bersama Andri Mardika dan Peserta Conference Lainya di ajang 6th Southeast Asia International Islamic Philanthropy Conference (SEAIIPC) 2018

Mahasiswa kelahiran kota Bekasi tersebut membawakan penelitianya yang berjudul “Pengungkapan Islamic Social Reporting Pada Emiten Sub Sektor Transportasi di Bursa Efek Indonesia Tahun 2014-2016”  bersinergi dengan tema yang diusung pada acara tersebut yakni “Ummah Excellence Through Integrating Islamic Philanthropy and Islamic Social Finance Into The Mainstream Economy”.  Penelitian ini merupakan hasil dari program penelitian payung 2017 yaitu penelitian kolaborasi antara dosen dan mahasiswa yang diadakan oleh Program Studi Ekonomi Islam. Dibantu oleh salah satu dosen PSEI Adi Wicaksono SE., MEI., Andri meneliti Islamic Social Reporting (ISR) yaitu standar pelaporan sosial atau yang biasa kita kenal dengan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan indeks yang di dalamnya mengandung unsur keislaman. Dalam penelitianya, Andri mencoba meneliti penerapan indeks pelaporan sosial gagasan seorang peneliti Malaysia tersebut pada sektor industri transportasi. Topik ini menjadi sangat menarik untuk dikaji bagi keilmuan ekonomi islam mengingat saat ini banyak perusahaan yang masih menerapkan Global Repoting Initiative yang belum menerapkan unsur religiusitas didalamnya.

Bagi Andri, keikutsertaanya dalam event ini merupakan hal yang sangat berkesan. Dari beragam latar belakang peserta yang notabene berprofesi sebagai praktisi, dosen, perwakilan lembaga dan mahasiswa magister, Andri merupakan satu-satunya presenter yang masih menempuh jenjang S1. “konferensi ini memberikan saya banyak pengalaman dan pengetahuan baru mengenai tau isu-isu terkini” ujar Andri. “ Para calon sarjana Ekonomi Islam, jangan terpaku pada satu bidang. praktisi Ekonomi Islam tidak hanya dituntut tahu secara keilmuan Ekonomi Islam saja, melainkan juga harus memiliki kmamampuan dan pengetahuan yang lebih kompleks”, Pungkasnya.

 

FKEI Prodi Ekonomi Islam Rebut 2 Gelar Juara di Ajang TEMILREG

Perwakilan Forum Kajian Ekonomi Islam (FKEI) Program Studi Ekonomi Islam (PSEI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) berhasil meraih 2 gelar juara yaitu Juara 2 Debat Ekonomi Islam, dan Juara 3 Olimpiade Ekonomi Islam pada ajang Temu Ilmiah Regional (TEMILREG) Yogyakarta 2018, yang diselenggarakan pada tanggal 12-14 April 2018, dimana penyelenggara TEMILREG kali ini adalah Shariah Economics Forum (SEF) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM), dengan mengusung tema “Financial Technology : Understanding The Landscape an What The Future Holds”.

 

Tim Debat FKEI juara 2; Nurdina Nisaa Filanti (2015), Salsabia Adi Kamtari (2016), Tri sasono (2016).

Ajang Silaturahim Ilmiah tersebut diikuti oleh beberapa Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) di berbagai kampus se Yogyakarta, seperti FKEI UII, FIES UMY, SEF UGM, ReLIEF STEI Hamfara, AsSET IBS STEI Yogyakarta, IESC FE UII, FORSEBI UIN Sunan Kalijaga, INDECS STEBI Al-Muhsin, Foresta Universitas Alma Ata, CIES UNY, dan Nashid STIQ An-Nur Yogyakarta.

Kegiatan yang berlangsung 3 hari tersebut mempunyai rangkaian kegiatan yaitu Islamic Economics Seminar, Islamic Economics Olympiad, Islamic Economics Paper Competition, Islamic Economics Debate Competition, Sharia Economic Intellectual Discussion, dan Sarasehan FoSSEI Yogyakarta.

Tim Olimpiade FKEI Juara 3 ; Titania Mukti (2016), Maulana Arsyad (2016), Yunita Nur Afifah (2016).

Kegiatan yang diikuti oleh KSEI se Yogyakarta bertujuan untuk mewujudkan visi dan misi FoSSEI yang berkaitan dengan dakwah, ukhuwah dan ilmiah; Sarana mahasiswa untuk meningkatkan keilmuan mengenai peran Financial Technology dalam Ekonomi Islam dan sarana mahasiswa untuk berkontribusi, serta menyumbangkan ide dan inovasi mengenai Financial Technology dalam ruang lingkup Ekonomi Islam.

“Alhamdulillah Tim FKEI Juara 2 Debat Ekonomi Islam, dan Juara 3 Olimpiade Ekonomi Islam, Semoga bermanfaat dan barokah, Amiiin…”, Ujar Dr. Rahmani Timorita Yulianti selaku Kaprodi.  Harapannya semoga di event – event berikutnya FKEI dapat berkiprah, berprestasi dan juara baik di tingkat regional, nasional maupun internasional. (r)

Prodi Ekonomi Islam Selenggarakan PKL ASEAN

Nafis-Mahasiswi-Prodi-Ekonomi-Islam

Fakhri-Mahasiswa-Prodi-Ekonomi-Islam

Prodi Ekonomi Islam terus berupaya untuk mencetak lulusan yang professional dibidang Ekonomi Islam dengan terus mendukung dan memfsilitasi kegiatan mahasiswa prodi ekonomi Islam untuk aktif dalam kegiatan nasional maupun internasional. Kali ini, dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Mahasiswa (SDM) untuk tidak hanya dapat professional sebagai praktisi namun juga membentuk lulusan yang siap menjadi pendidik. untuk yang pertama kalinya Prodi Ekonomi Islam menyelenggarakan PKL di negara ASEAN bekerjasama dengan SEAMEO (Shoutheast Asian Ministers of Education Organization) dalam program yang bertajuk “Pre-Service Student Teacher Exchange in Shoutheast Asia ( SEA-Teacher Project).

                Program SEA-Teacher periode pertama ini diikuti oleh 2 mahasiswa Prodi Ekonomi Islam angkatan 2015 yang berhasil lolos tahap seleksi berkas dan interview yaitu, M Fakhri Al-Kahfi dan Nafis Husna Khoirunnisa. Keduanya akan melakukan praktik mengajar mata pelajaran ekonomi dan Ilmu Pengetahuan Sosial di Filipina selama kurang lebih satu bulan sejak 22 Januari 2018 s.d 18 Februari 2018 dengan Pangasinan State University sebagai host universitas. Keduanya tidak ditempatkan di satu dareah yang sama, Nafis ditempatkan di PSU San Carlos Senior High School sedangkan Fakhri ditempatkan di PSU Integrated school Bayambang. Sebelum keberangkatan, delegasi dibekali dengan kelas persiapan berupa materi sosial budaya, strategi pembelajaran, dan bahasa Inggris oleh dosen Prodi Pendidikan Agama Islam FIAI UII. Program ini bertujuan untuk membekali mahasiswa agar dapat menjadi pendidik yang berwawasan global dan siap menghadapi persaingan yang semakin kompetitif di era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Selasa 16 Januari 2018 Dr. Dra. Rahmani Timorita Yulianti M.Ag selaku kepala program studi ekonomi islam telah secara resmi melakukan pelepasan delegasi. Pada acara tersebut beliau menyampaikan doa dan dukunganya atas program yang akan delegasi laksanakan selama satu bulan dan berharap hasil dari pengalaman batch 1 delegasi prodi ekonomi islam ini dapat memberikan gambaran dan motivasi bagi mahasiswa yang lainya. Menurut Fakhri, keikutsertaanya dalam program ini merupakan suatu tantangan. “ ini adalah sebuah tantangan, jadi sudah seharusnya kita selaku delegasi dapat menaklukkan tantangan tersebut dengan baik untuk dapat meningkatkan skill dan pengetahuan lebih baik lagi”. Pungkasnya.