KSPMS Prodi Ekonomi Islam Sharing Session Personal Branding

Kelompok Studi Pasar Modal Syariah (KSPMS) Program Studi Ekonomi Islam (PSEI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) adakan sharing session Personal Branding dan pembuatan Curriculum Vitae (CV). Di bawah naungan Galeri Investasi Syariah (GIS) Kelompok studi pasar modal syariah yang sekaligus klub investasi ini biasa mengadakan kajian rutin dua minggu sekali pada setiap selasa malam yang membahas tentang pasar modal syariah. Berbeda dengan kajian – kajian sebelumnya, pada hari Selasa, 8 Mei 2018 KSPMS memberikan materi kajian mengenai bagaimana membangun personal branding dan membuat CV yang menarik. Materi kajian yang diadakan di Laboratorium GIS ini disampaikan oleh Nafis Husna Khoirunnisa mahasiswa ekonomi Islam 2015 sekaligus koordinator divisi public relation KSPMS.

Mahasiswi yang sudah beberapa kali menjadi delegasi Prodi Ekonomi Islam dalam ajang internasional ini berbagi pengalamanya dalam membuat CV yang biasa ia ajukan untuk mendaftarkan diri di berbagai kegiatan maupun organisasi. Beberapa tips yang Nafis berikan dalam membuat CV secara berurutan ialah dengan melakukan job research yaitu banyak mencari tahu tentang posisi atau bidang yang akan dilamar, mengetahui konten umum yang harus ada di dalam CV, men-design semenarik mungkin, dan mengkoreksi ulang CV tersebut. Pada kesempatan ini ia juga berbagi situs yang sering ia gunakan dalam men-design CV yaitu www.canva.com. Selanjutnya, Nafis menyampaikan materinya mengenai personal branding. Personal Branding adalah bagaimana seseorang memaksimalkan atau faham betul value dan skill yang dimiliki untuk meniti karir atau dapat juga diartikan bagamaimana seseorang dapat memasarkan diri ditengah persaingan pasar yang semakin kompetitif. Beberapa tips untuk membangun personal branding yang ia sampaikan dimulai dari mengenali potensi yang dimiliki, membangun karakter positif, menunjukkan diri, hingga mengembangkan potensi dan karakter positif tersebut. pada akhir materi ia menekankan bahwa personal branding ialah sebuah upaya sungguh-sungguh untuk meningkatkan diri secara positif bukan memoles agar terlihat baik. “ Bukan pencitraan, tapi usaha yang melebur dalam kepribadian” ujar Nafis. “Membangun personal branding ini penting dalam persaingan pasar yang semakin kompetitif seperti sekarang ini” pungkasnya.

Antusiasme peserta kajian terlihat sangat baik. Terbukti dengan adanya banyak pertanyaan yang diajukan perserta untuk tahu lebih banyak mengenai materi tersebut. Peserta yang menghadiri kajian ini pun beragam dari beberapa fakultas yang berbeda yaitu; mahasiswa Fakultas Ilmu Agama Islam, Fakultas Teknik Informatika, Fakultas Ekonomi, dan bahkan eksternal UII yaitu mahasiswa STIE YKPN dan UTY.  Materi diberikan dalam rangka membekali mahasiswa khususnya pengurus KSPMS sendiri kemampuan untuk mengembangan diri di era yang semakin kompetitif sehingga dapat mendukung pencapaian karir yang baik.

Program Studi Ekonomi Islam Rambah Dunia Internasional dengan ikuti Program SEA Teacher

PROGRAM SEA Teacher merupakan salah satu project dari Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) yang memberi peluang bagi mahasiswa prodi kependidikan dari universitas di Asia Tenggara untuk mengajar di negara-negara ASEAN. Program Studi ekonomi Islam (PSEI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) yang notabene bukan termasuk prodi kependidikan, Alhamdulillah dapat ikut serta dalam program tersebut, dengan mengirimkan 2 (dua) mahasiswanya untuk mengajar di Filipina.

Fahri Al Kahfi dan Nafis Husna Khoirunnisa adalah mahasiswa PSEI yang merupakan produk jebolan dari program SEA Teacher batch 5 yang dilaksanakan di bulan Januari hingga Februari kemaren. Tidak cukup sampai disitu, PSEI berupaya untuk terus mengembangkan bakat mahasiswa dengan berkomitmen untuk mengikuti SEA Teacher batch 6. Oleh karena itu, PSEI mengadakan Sosialisasi Program SEA Teacher kepada mahasiswa untuk menjaring mahasiswa yang ingin mengikuti jejak Fahri dan Nafis. Acara tersebut terselenggara pada hari Jum’at (27/4), di Ruang Sidang FIAI UII Gedung K.H.A Wahid Hasyim.

Herman Felani Tanjung, SS., MA., sedang memberikan materi terkait program SEA Teacher

Ikut hadir dalam acara tersebut Herman Felani Tanjung, SS., MA., selaku Koordinator UII untuk Program SEA Teacher sekaligus narasumber. Dalam materinya beliau menyampaikan bahwa UII sudah mengikuti program ini mulai dari bacth 2 yang diikuti oleh mahasiswa Prodi Pendidikan Kimia dan Prodi Pendidikan Agama Islam. “Kenapa PSEI bisa ikut serta pada batch 5?”. “Alasannya, ini adalah salah satu visi UII untuk mengenalkan identitas UII yang rahmatan lil ‘alamin, dan mengenalkan kepada mereka bahwa ekonomi Islam mempunyai solusi untuk berbagai problematika ekonomi pada saat ini”, ujarnya menjelaskan.

Dalam sharing session, Fahri dan Nafis memberikan pengalamannya saat mengikuti program SEA Teacher tersebut, mulai dari persiapan hingga adaptasi dan output yang diperoleh setelah mengikuti program. “Kalian jangan khawatir, ayo daftar, ini adalah kesempatan emas untuk dapat mengembangkan diri kalian”, ujar nafis. “Sebelum berangkat akan ada bembekalan dan pelatihan mengajar dari Prodi PAI dan Universitas”, tambahnya.

M. Fahri Al Kahfi dan Nafis Husna Khoirunnisa memberikan pengalamannya saat mengikuti program SEA Teacher di Filipina

“Modal kami nekat, dan menikmati proses yang ada”, tutur Fahri dalam sharing session. Dengan keterbatasan yang dia punya, Fahri mulai belajar bahasa Inggris, bahasa Tagalog dan kebudayaan yang ada di Filipina serta kurikulum yang ada. “Jika kalian serius ingin mengikuti program ini, maka jagalah kepercayaan yang diberikan kepada kalian”, ujar Fahri berpesan. Pasalnya, program ini di-support sepenuhnya oleh Universitas dan Prodi.

“Daftar SEKARANG atau TIDAK sama sekali”, closing statement dari Herman mengakhiri acara tersebut yang dipandu oleh Rizky Anfanni Fahmi, SEI., MSI., selaku moderator. “Terimakasih kami haturkan sebanyak-banyaknya kepada Pak Herman dan Universitas atas kesempatan yang diberikan kepada PSEI untuk dapat ikut serta dapam program SEA Teacher ini”, tutur Dr. Rahmani Timorita Yulianti, M.Ag., selaku Ketua PSEI dalam sambutannya. Harapannya, semoga di batch-batch berikutnya PSEI dapat mengirimkan mahasiswanya yang berkualitas dan mendapat tambahan jatah kuota. (r)

KSPMS Prodi Ekonomi Islam Sharing Pentingnya Investasi Saham Syariah

Kelompok Studi Pasar Modal Syariah (KSPMS) Galeri Investasi Syariah (GIS) Program Studi Ekonomi Islam (PSEI) terus berkomitmen untuk membumikan ekonomi islam melalui Pasar Modal Syariah. Salah satu upaya tersebut direalisasikan melalui kajian yang digelar pada Selasa 17 April 2018 di Ruang Micro Teaching FIAI dengan Topik  “Kenapa Kita Harus Memilih Pasar Modal Syariah?”. Kajian kali ini diisi oleh M Syahdi Yusuf mahasiswa Ekonomi Islam Angkatan 2015 selaku Ketua KSPMS GIS FIAI UII.

Syahdi memaparkan secara hukum negara investasi syariah telah memiliki hukum dan aturan yang jelas. Sebagaimana adanya peran Dewan Syariah Nasional (DSN) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang telah menjamin legalitasnya. Hingga saat ini sendiri sudah terdapat 566 macam saham dari berbagai emiten di pasar modal Indonesia dan dari jumlah tersebut lebih dari 80% di antaranya termasuk kategori saham syariah. Masyarakat dapat dengan mudah mencari tahu saham yang dikategorikan saham syariah dengan melihat dafar Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).

Bertransaksi di Pasar Modal Syariah memiliki banyak keuntungan. Ketika sebuah perusahaan Initial Public Offering (IPO), otomatis perusahaan tersebut di screening tentang kesyariahanya. Sehingga daftar efek syariah tersebut adalah perusahaan yang aman di transaksikan. Syahdi juga memaparkan beberapa kriteria saham syariah yaitu; Produk harus halal (sesuai dengan ketentuan syariah) melihat mayoritas muslim di Indonesia yang mempengaruhi terus berkembangnya perusahaan tersebut karena produknya aman dari aturan agama, beban hutang maksimal 45%. Secara otomatis perusahaan yang lolos screening ini kondisi finansialnya kuat karena memiliki beban hutang yang lebih rendah dari total asetnnya, Pendapatan non halal max 10%. Angka 10 persen ini muncul karena di Indonesia sendiri lembaga-lembaga ataupun perusahaan tidak semuanya mengikuti ketentuan syariah yang berakibat perusahaan masih mendapat pendapatan dari mereka.

Saat ini investor sudah dapat menikmati kemudahan transaksi di pasar modal syariah dengan adanya SOTS (Syariah Online Trading System) yang mana sistem tersebut secara otomatis menolak saham-saham yang tidak syariah ketika menuliskan kodenya di platform. Jadi tidak susah2 mencari sekian banyak saham syariah dali 575 saham yang sudah melantai di BEI. “Hal yang paling penting dari bertransaksi saham syariah adalah selain mendapatkan gain, invertor muslim juga mendapatkan pahala dikarenakan menerapkan ketentuan agama Islam” Ujar Syahdi mengakhiri pemaparan materinya.

Program Studi Ekonomi Islam dan Yayasan Bunga Selasih Berikan Pelatihan Perawatan Jenazah Wanita

Program Studi Ekonomi Islam (PSEI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) bekerja sama dengan Yayasan Bunga Selasih Yogyakarta berikan pelatihan perawatan jenazah wanita kepada warga Dusun Brongkol, Argodadi, Sedayu, Bantul, DIY. Kegiatan tersebut dikemas dalam program Da’wah Islamiyah Program Studi Ekonomi Islam 2018 di Desa Binaan, yang merupakan bagian dari Catur Dharma UII.

Kegiatan berkala yang sudah berlangsung untuk ketiga kalinya ini dibuka secara resmi oleh Dr. Rahmani Timorita Yulianti selaku Ketua Program Studi Ekonomi Islam dan Purwanto selaku Sekretaris BPD Argodadi yang dalam hal ini mewakili Kepala Desa serta didampingi oleh Sugiat selaku Kepala Dusun setempat pada hari Jum’at, 13/4.

Soya Sobaya, SEI., MM sedang menyampaikan materi tentang “Adab Menghadapi Orang Sakaratul Maut”

Materi perawatan jenazah wanita dipilih berdasarkan problem yang ada yaitu perawatan jenazah wanita masih dilakukan oleh kaum pria yang notabene bukan mahromnya. Soya Sobaya, SEI., MM., pada kesempatan itu menyampaikan materi tentang “Adab menghadapi orang sakaratul maut”. Dalam hal ini ia mengajak kepada ibu-ibu warga setempat untuk mengetahui dan memahami tanda-tanda orang yang sedang sakaratul maut. “Jangan gegabah geh ibu, jika melihat orang yang sedang sakaratul maut.” tuturnya. Soya juga menceritakan pengalamannya saat menghadapi orang yang sedang sakaratul maut.

Purwanto dalam sambutannya menyampaikan harapan yang besar kepada UII untuk dapat menyelenggarakan pelatihan yang serupa di dusun lain yang ada di Desa Argodadi. “Problemnya sih sama, bahkan hampir disemua dusun perawatan jenazah wanita masih dilakukan oleh pak kyai sesepuh setempat.” ujarnya. Pasalnya, masyarakat tidak mempunyai kapasitas untuk malakukan perawatan jenazah. Berdasarkan hal tersebut, agenda dakwah islamiyah ini dapat memberikan ilmu dan wawasan kepada warga perempuan untuk dapat merawat jenazah wanita.

Praktik perawatan jenazah oleh Yayasan Bunga Selasih Yogyakarta

Di akhir sesi, Yayasan Bunga Selasih Berikan Pelatihan langsung mengenai cara merawat jenazah secara detail, mulai dari memandikan hingga mengkafaninya. “Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan ilmu dan wawasan serta kompetensi warga dalam melakukan perawatan jenazah wanita.” tutur Rahmani selaku Ketua PSEI dalam sambutannya. Warga sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut hingga diakhiri dengan sesi praktik langsung perawatan jenazah wanita yang dibimbing oleh tim dari Yayasan Bunga Selasih Yogyakarta.

Sugiat menyampaikan ucapan terimakasih yang tak terhingga atas diselenggarakannya pelatihan perawatan jenazah wanita di dusunnya. “Terimakasih kepada bapak dan ibu dosen UII yang sudah berkenan dan bersusah payah datang ke dusun kami untuk melakukan agenda semacam ini.” ujarnya. (r)

FKEI Program Studi Ekonomi Islam Adakan Sharing Session Startup Business

Departemen Islamic Entrepreneur – Forum Kajian Ekonomi Islam (FKEI) Program Studi Ekonomi Islam (PSEI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) selenggarakan “Sharing Session Start Up Business” , yang bertempat di Ruang Micro Teaching FIAI UII, pada Kamis (13/04). Acara tersebut mendatangkan narasumber yang sangat berkompeten dibidangnya yakni Rizqi Anfanni Fahmi SEI., MSI. Yang juga termasuk dosen PSEI FIAI UII.

Para Peserta Sangat Antusias Mengikuti Acara Sharing Session Startup Business

Kegiatan sharing session tersebut tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa PSEI saja akan tetapi juga dihadiri oleh para mahasiswa FIAI dari Prodi lainnya. Acara yang sangat bermanfaat, khususnya bagi mahasiswa PSEI sendiri. Pasalnya, PSEI mempunyai 3 (tiga) konsentrasi pilihan yang harus dilampaui oleh mahasiswa dalam prosen pembelajarannya, yang salah satunya yakni konsentrasi Bisnis Islam.

Oleh karena itu, acara semacam ini menjadi wadah mahasiswa untuk sharing di luar kelas dan mengkaji ilmu lebih dalam lagi terkait tema-tema tertentu yang mungkin tidak dibahasa secara eksplisit di dalam perkuliahan, seperti tema kajian pada kali ini. Rizqi Anfanni Fahmi  selaku narasumber menyatakan, Berbisnis adalah kemampuan dalam menjual produk, ketika dalam tahapan penjualan produk saat berbisnis, maka di situlah jiwa kewirausahaan akan teruji.

Dalam hal ini kiat-kiat tentang berbisnis dan berjiwa wirausaha tidak akan ditemukan didalam kelas. Oleh karena itu, kajian-kajian seperti ini dapat menumbuhkan keilmuan mahasiswa dan menggali potensi mahasiswa yang masih terpendam. Para peserta sangat begitu antusias mengikuti acara tersebut, ditandai banyaknya para peserta yang aktif bertanya untuk mengetahui lebih dalam terkait bisnis rintisan yang menjadi tema pembahasan.

Pada kesempatan kali ini, Rizki Anfanni Fahmi menjelaskan tentang karakteristik  perusahaan Start Up, perbedaan antara start up dan Small Business (UMKM), dan mengupas tentang salah satu contoh Start Up yang disebut paling sukses hingga kini yaitu Grab, GO-JEK, Uber, dan E-Commerce. Menurutnya, hadirnya Start Up E-Commerce juga memangkas kebutuhan orang untuk membeli barang sehingga tidak perlu repot datang langsung ke tempatnya untuk membeli barang. (r)

Program Studi Ekonomi Islam Berikan Pelatihan Manajemen Organisasi

Progam Studi Ekonomi Islam (PSEI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) kembali melaksanakan pengabdian masyarakat pada tahun 2018 yang merupakan bagian dari Catur Dharma UII. Kegiatan tersebut sudah berlangsung untuk yang ketiga kalinya. Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan pada hari Kamis (5/4), bertemakan pelatihan manajemen organisasi untuk remaja putri dan ibu-ibu di kampung Jogoyudan, Yogyakarta .

Pemyampaian Materi oleh Junaidi Safitri SEI., MEI.

Seluruh Dosen PSEI secara langsung terlibat dalam kegiatan ini dengan menyampaikan materi terkait manajemen organisasi secara bergantian. Materi manajemen organisasi dipilih berdasarkan permintaan masyakrakat setempat sendiri dikarenakan ibu-ibu setempat aktif dalam kegiatan kampung seperti PKK, Posyandu, Pengajian dan lain sebagainya. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan peserta pelatihan yang notabene ibu-ibu akan dapat lebih memahami fungsi manajerial dalam organisasi, lebih berani menyampaikan pendapat dan dapat mempraktikanya secara nyata.

Peran mahasiswa turut serta dilibatkan dalam kegiatan ini. Mahasiswa Ekonomi Islam secara bergantian membantu jalanya kegiatan dengan menjadi MC, moderator, maupun. dokumentasi. Keterlibatan aktif mahasiswa bertujuan dalam rangka memberikan pengalaman mahasiswa untuk terjun berkontribusi dan berkomunikasi ditengah masyarakat.

Masyarakat menyambut baik kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh PSEI. Melalui Ketua PKK, masyarakat menyampaikan permintaan untuk diadakanya pelatihan di dusun yang berbeda. Sehingga untuk merespon hal baik tersebut saat ini PSEI masih menggajukan proposal untuk melaksanakan pengabdian masyarakat di dua dusun lainya.

Pengabdian masyarakat PSEI dibawah Pusat Kajian daan Konsultasi Ekonomi Islam (PK2EI) mentargetkan kegiatan pengabdian masyarakat institusi setidaknya dilakukan sekali dalam satu semester. Disela-sela pengabdian institusi ini, PK2EI juga membuka peluang pendanaan bagi dosen dan karyawan PSEI UII untuk melakukan pengabdian masyarakat secara individu. Ketua PK2EI Dr. Siti Achiria, M.M. meyampaikan harapanya semoga kedepan kegiatan ini dapat terus berjalan dengan lebih baik, terencana dan memberikan manfaat untuk berbagai pihak khususnya sebagai penunjang proses akreditasi PSEI untuk meraih nilai akreditasi “A”.

KSPMS Program Studi Ekonomi Islam Kaji Pasar Modal Syari’ah dalam Pandangan Fiqh

Kelompok Studi Pasar Modal Syari’ah (KSPMS) Program Studi Ekonomi Islam (PSEI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar kajian dan diskusi mengenai “Pasar Modal Syari’ah dalam Pandangan Fiqh” dengan narasumber, Fajar Fandi Atmaja, LC., MSI. yang juga merupakan Dosen PSEI FIAI UII, pada Selasa (3/4), di ruang Micro Teaching FIAI UII.

KSPMS yang kini diketuai oleh M. Syahdi Yusuf (Ekonomi Islam 2015) merupakan kelompok studi yang memfokuskan pada kajian Pasar Modal Syariah. Kelompok studi yang berada dibawah naungan Galeri Investasi Syariah (GIS) yang dikomandoi oleh Adi Wicaksono, SE., MEI., berfungsi sebagai laboratorium Pasar Modal Syariah mahasiswa PSEI dan mahasiswa UII. Kelompok Studi tersebut juga bergerak untuk mempromosikan serta mensosialisasikan investasi berbasis syariah di kalangan mahasiswa.

Peserta Kajian Pasar Modal Syariah dengan Khitmat Mengikuti Acara (Rizal/Ryan)

Dalam paparannya, Fajar Fandi menyatakan bahwa pasar modal adalah suatu kajian kontemporer yang menarik untuk dikaji dari segi fiqihnya, karena kajian tersebut tidak ada di masa Nabi Muhammad Saw. Akan tetapi kajian pasar modal sekarang menjadi kajian ekonomi yang berkembang seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan kebutuhan manusia. Oleh karenanya perlu ada reaktualisasi dalam fiqh mu’amalah dengan kerangka metodologi Syariah, supaya memberi pencerahan bagi umat Islam dalam bermu’amalah.

Acara ini yang sangat bermanfaat, khususnya bagi mahasiswa yang tergabung dalam KSPMS yang secara penuh mempunyai misi untuk membumikan pasar modal syariah di lingkungan UII. Acara semacam ini menjadi wadah mahasiswa untuk sharing di luar kelas dan mengkaji ilmu lebih dalam lagi terkait tema-tema tertentu yang mungkin tidak dibahasa secara eksplisit di dalam perkuliahan, seperti tema kajian pada kali ini. Para peserta sangat begitu antusias mengikuti acara tersebut, ditandai banyaknya para peserta yang aktif bertanya untuk mengetahui lebih dalam tentang tema yang dibahas.

Syahdi  berharap bahwa acara kajian seperti ini bisa menjadi syiar Islam dengan mensyiarkan pasar modal syariahdi lingkungan UII. Acara ini juga dapat memberikan kesadaran bagi para mahasiswa mengenai pentingnya investasi untuk masa depan, sehingga  mendorong generasi milenial berfikir masa depannya. (r)

KSPMS Program Studi Ekonomi Islam Lasanakan DIKLAT Pengurus

Kelompok Studi Pasar Modal Syariah (KSPMS) Program Studi Ekonomi Islam (PSEI) FIAI UII terus berupaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Mahasiswa  (SDM) dibawah naungan Galeri Investasi Syariah (GIS) PSEI FIAI UII. Kali ini, KSPMS melaksanakan Pendidikan dan Latihan (DIKLAT) Pengurus KSPMS periode 2018 yang dilaksanakan pada tanggal 24-25 Maret 2018 di villa Hanna, Kaliurang. Kegiatan ini bermaksud untuk membekali pengurus KSPMS dengan pengetahuan tentang pasar modal syariah secara mendalam khususnya mengenai kelembagaan Pasar Modal Syariah dan pengetahuan secara umum mengenai Pasar Modal Syariah itu sendiri.

Acara diklat pengurus KSPMS berlangsung dengan lancar dan khidmat. Peserta terlihat antusias dengan setiap materi yang diberikan setiap sesinya. Pengurus diberikan pendalaman materi tentang kelembagaan Pasar Modal Syariah dan Pengantar Pasar Modal Syariah yang disampaikan oleh bapak M Adi Wicaksono SE,MEI yang sekaligus merupakan ketua pengelola GIS FIAI UII. Sesi ini menjadi semakin menarik dengan adanya kuis dan simulasi transaksi saham syariah. Peserta melakukan simulasi secara manual dengan berperan sebagai emiten, investor, dan pencatat transaksi saham. Pada sesi terakhir, terdapat sesi inspirasi oleh Andrian Wibisono SE dari Universitas Mercu Buana yang menyampaikan motivasi dan berbagi pengalaman kesuksesanya dalam bergelut di investasi saham. Sebagai penutup, M Syahdi Yusuf selaku ketua KSPMS turut serta berbagi pengalamanya dan menegaskan kembali misi KSPMS FIAI UII untuk dapat terus berkomitmen dan mengembangkan saham sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Diskusi Ilmiah Dosen Program Studi Ekonomi Islam

Dalam kehidupan berekonomi, manusia di arahkan menuju kebahagian dunia dan akhirat dengan memperhatikan aturan-aturan dalam menjaga hubungan antara manusia dengan Allah Subhanhu Wa Ta’ala, maupun hubungan antara sesama manusia. Ekonomi Islam jelas menawarkan beberapa keragaman solusi untuk menjawab permasalahan ekonomi yang ada.

Ekonomi Islam juga disebut sebagai ekonomi yang rahmatan lil ‘alamin, karena berlandaskan prinsip Syari’ah Islam yang menjadi rahmat bagi seluruh alam. Seyogyanya, dengan kehadiran ekonomi Islam dapat memberikan jawaban yang nyata terhadap problematika ekonomi yang ada.

Orientasi keilmuan dan kajian tentang ekonomi Islam perlu dikembangkan untuk menjawab permasalahan yang ada. Oleh karena itu, Program Studi Ekonomi Islam (PSEI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) melalui Pusat Kajian dan Konsultasi Ekonomi Islam (PK2EI) memfasilitasi dosen dan mahasiswa untuk meningkatkan kapabilitas keilmuannya melalui kajian dan diskusi ilmiah di bidang Ekonomi Islam.

Soya Sobaya, SEI., MM (Pemateri I), Martini Dwi Pusparini (Pemateri II), M. Adi Wicaksono, SE., MEI (Moderator), Fajar Fandi Atmaja, Lc., MSI. (Pemateri III). (Rizal)

Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan wawasan pegetahuan dan keilmuan bagi dosen, PSEI menyelenggarakan diskusi dosen yang diselenggarakan di Ruang Sidang FIAI, Gedung K.H.A Wahid Hasyim, Kampus UII Terpadu, Jalan Kaliurang km 14.5, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta pukul 09.00 – 11.30 WIB pada hari Rabu (21/3).

Kegiatan diskusi dosen tersebut dinarasumberi oleh 3 dosen tetap PSEI dengan tema pembahasan yang berbeda. Soya Sobaya, SEI., MM sebagai pemateri 1 menyampaikan materinya tentang “Generation Gap dan Implikasinya dalam kehidupan Berekonomi”, Martini Dwi Pusparini, SHI., MSI sebagai pemateri 2 menyampaikan materi dengan judul “Kebijakan Pemerintah Indonesia dalam Penetapan Harga Bahan Bakar Perspektif Ekonomi Islam”, dan pemateri 3 Fajar Fandi Atmaja, Lc., MSI menyampaikan materi tentang “Etika Konsumsi dalam Risalah Iqtishad Badiuzzaman Said Nursi 1876-1960 M”.

Selain penyampaian materi, kegiatan yang dimoderatori oleh Adi Wicaksono, SE., MEI tersebut juga menyajikan sesi tanya jawab dan diskusi yang sangat interaktif, dari ketiga materi yang dibawakan.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu Program Diskusi rutin bulanan Dosen PSEI yang dirancang untuk meningkatkan kapabilitas keilmuan dosen dengan menjadwalkan setiap dosen PSEI menjadi narasumber. Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan keilmuan dan kajian tentang ekonomi Islam bagi dosen dan mahasiswa sehingga tercipta PSEI yang rahmatan lil ‘alamin. (r)

 

Program Studi Ekonomi Islam Tawarkan Cara Ampuh Seleseikan Tugas Akhir dalam 6 Bulan

Tuntutan mahasiswa semester akhir adalah penyelesaian tugas akhir dengan tepat waktu, akan tetapi hal ini sering dirasa sangat mustahil bagi mahasiswa, pasalnya mereka sangat jarang untuk menyelesaikan tugas akhir dengan tepat waktu, banyak alasan bahkan faktor yang dirasakan, mulai dari faktor internal dari mahasiswa sendiri seperti rasa malas hingga faktor eksternal seperti dosen yang susah untuk ditemui dan lain sebagainya.

Program Studi Ekonomi Islam (PSEI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) bergerak cepat untuk menuntaskan problematika tersebut, melalui “Public Hearing” yang bertemakan “Cara Ampuh Seleseikan Tugas Akhir dalam 6 Bulan”. Acara yang dihadiri 66 mahasiswa tingkat akhir PSEI angkatan 2013 dan 2014 ini dilaksanakan di Ruang Sidang FIAI, Gedung K.H.A Wahid Hasyim, Kampus UII Terpadu, Jalan Kaliurang km 14.5, Sardonoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta, pada Selasa (13/03).

Martini Dwi Pusparini, SHI., MSI, memotivasi mahasiswa dalam penyelesaian tugas akhirnya (Rizal/wgw)

Terlepas dari beberapa faktor yang mempengaruhi terhambatnya mahasiswa menyelesaikan tugas akhirnya, Martini Dwi Pusparini, SHI, MSI selaku Pemateri dan Dosen tetap PSEI menjelaskan bahwa dalam penyelesaian tugas akhir, mahasiswa harus mempunyai motivasi yang tinggi, mengatur waktu dengan baik, fokus, dan meninggalkan hal-hal yang menggangu proses penyelesaian tugas akhir.

Martini panggilan akrabnya menyampaikan beberapa permasalahan yang menimpa mahasiswa dalam penyelesaian tugas akhirnya tersebut. Mulai dari penentuan masalah, mahasiswa masih sering mencari judul bukan menemukan masalah. “Menemukan masalah bisa di lingkunagan sekitar, seperti membaca literatur di perpustakaan, koran, dan jurnal. Bisa juga dengan mengamati fenomena terkini yang sedang booming,” tuturnya.

“Pilihlah tema yang disukai, jangan yang terlalu sulit tetapi yang realistis. Buat sesuatu yang berbeda dan usahakan tidak melakukan penelitian dengan tema yang telah digunakan orang lain”, tambahnya. Ia juga menyarankan bahwa dalam penyusunan tugas akhir mahasiswa harus bisa membuat plan A hingga F tentang tema penelitian, kemudian konsultasikan ke dosen pembimbing untuk mendapat arahan dan mempermudah dalam menentukan tujuan penelitian.

Martini juga memberikan tips-tips kepada mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhirnya. “Niat dan motivasi yang kuat dalam menyelesaikan tugas akhir, Format tugas akhir harus sesuai panduan yang telah ditetapkan, Berkomitmen penuh dengan rencana yang telah dibuat, Memahami dengan benar karakter  dosen pembimbing dan hubungi dosen dengan cara yang baik dan sopan, Cari teman seperjuangan yang sama-sama mempunyai semangat kuat ingin segera lulus, Minta do’a orang tua dan kerabat terdekat, dan yang paling penting adalah Kurangi jadwal nongkrong yang tidak berfaedah”, tuturnya memotivasi.

Acara ini merupakan acara yang pertama kali diselenggarakan oleh PSEI dan direncanakan akan dilaksanakan secara berkelanjutan. Tujuannya untuk memunculkan kesadaran dan motivasi mahasiswa dalam penyelesaian tugas akhir. Melalui acara ini diharapkan mahasiswa tingkat akhir dapat menyelesaikan studi dengan cepat dan tepat waktu sehingga dapat mendukung proses akreditasi PSEI terakreditasi “A”. Amiin. (r)