M. Fakhri Al-Kahfi : Seimbangkan Akademik, Organisasi, dan Prestasi

M. Fakhri Al-Kahfi, siapa yang tidak mengenal sosok satu ini. Fakhri merupakan salah satu sosok inspiratif di Program Studi Ekonomi Islam yang tidak hanya ceria dan supel, Fakhri juga merupakan mahasiswa berprestasi khususnya di bidang Debat Bahasa Arab. Sejak masuk di dunia Debat Bahasa Arab pada tahun 2016 dibawah naungan El-Markazi, hingga saat ini setidaknya ia sudah menjuarai 10 ajang Debat Bahasa Arab di tingkat nasional maupun internasional. Prestasi tersebut tidak semata-mata ia peroleh begitu saja. Namun, ia banyak belajar dari kegagalan di berapa ajang perlombaan yang pernah ia ikuti. Mahasiswa yang memiliki passion di bidang public speaking ini memilih mengembangkan passionya melalui debat dan menjadi bagian dari team Marketing & Communications (MARCOMM) FIAI. “ Debat mengakomodir passion public speaking saya dan kemampuan berfikir kritis, ikut MARCOMM FIAI juga mengasah kemampuan public speaking yang ingin terus saya kembangkan” paparnya. Menurut Fakhri, mengikuti kegiatan yang sesuai passion dan kegiatan yang sekiranya menunjang masa depan sangatlah penting, tentunya hal tersebut tetap harus disertai dengan selalu istiqomah dan pantang menyerah.

Sebagai mahasiswa yang aktif mengikuti perlombaan dan aktif di beberapa organisasi seperti El-Markazi, MARCOMM FIAI, dan menjabat sebagai ketua Departemen Keilmuan dan Penelitian FKEI, Fakhri tetap berusaha maksimal di bidang akademik. Walaupun kadang harus beberapa kali izin dalam kegiatan perkuliahan, Fakhri terus berupaya mengejar ketertinggalan agar tetap bisa seimbang dengan teman-teman yang lain dan tetap mampu mempertahankan IPK dengan predikat cumlaude. Bahkan, selain kegiatan akademik dan organisasi yang ia geluti, Fakhri masih mampu membagi waktu untuk menjadi mualim dalam kegiatan taklim di Universitas Islam Indonesia. Tips dari Fakhri untuk dapat bisa membagi waktu ialah dengan cara disiplin menyisihkan beberapa waktu tertentu untuk suatu kegiatan khusus. Misalnya, khusus 2 jam sebelum kegiatan taklim harus digunakan untuk belajar atau mengerjakan skripsi. Selain itu, Fakhri juga biasa menulis  hal yang ingin dicapai dari yang terdekat mulai dari mingguan, bulanan hingga tahunan agar dapat terus fokus.

Menurut Fakhri waktu 24 jam setiap harinya yang dimiliki mahasiswa merupakan waktu yang sangat cukup untuk menyibukkan diri diberbagai kegiatan. “Yang terpenting adalah fokus, terjadwal, dan disiplin. Apablia mengikuti banyak kegiatan harus bisa berkomitmen dengan membuat skala prioritas menyesuaikan kemampuan masing-masing.” pesanya.  Selain berprestasi di bidang akademik, organisasi, dan debat Bahasa Arab, Fakhri berkesempatan menjadi delegasi pertama Prodi Ekonomi Islam pada program Pre-Service Student Teacher Exchange in Shoutheast Asia (SEA-Teacher Project) 2018 di Filipina dan saat ini ia telah beberapa kali diundang untuk menjadi juri lomba Debat Bahasa Arab di berbagai Universitas.

SMK Al-Ittihad Kunjungi Program Studi Ekonomi Islam

Program Studi Ekonomi Islam (PSEI), Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI), Universitas Islam Indonesia (UII) menerima Kunjungan dari SMK Al-Ittihad Islamic Boarding School Yayasan Ittihadul Mansuriyah, Demak. Kunjungan tersebut dilaksanakan di Ruang Sidang, Gedung KH. Wahid Hasyim lantai 1 Kampus Terpadu UII pada hari Kamis, 1/10. Kunjungan tersebut dilaksanakan alam rangka memberikan gambaran kepada siswa mengenai suasana pekuliahan di Universitas Islam Indonesia khususnya di Program Studi Ekonomi Islam.

Dibantu Oleh tim Marketing & Communications (MARCOMM) FIAI, Prodi Ekonomi Islam menyambut rombongan sebanyak 40 siswa dengan 7 guru yang merupakan jurusan kompetensi keahlian perbankan syariah di sekolah tersebut. Acara dibuka dengan sambutan dari dekan dan wakil dekan FIAI serta sambutan dari perwakilan rombongan SMK Al-Ittihad dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Riski Anfani Fahmi SEI., MEI. Yang merupakan manager tim MARCOMM FIAI sekaligus dosen di Prodi Ekonomi Islam FIAI UII. Riski membuka materi dengan kuis Kahoot yang berisikan beberapa pertanyaan mengenai Universitas Islam Indonesia. Selanjutnya ia memaparkan gambaran umum mengenai Universitas Islam Indonesia, Fakultas Ilmu Agama Islam, dan Prodi Konomi Islam dimulai dari sejarah, kerjasama Internasional, prestasi, informasi prodi, hingga jalur seleksi untuk menjadi bagian dari mahasiswa Prodi Ekonomi Islam FIAI UII. Diakhir sesi penyampaian materi, siswa maupun guru SMK AL-Ittihad terlihat antusias untuk tahu lebih banyak mengenai Prodi Ekonomi Islam FIAI UII yang terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan. Tidak sendiri,  Riski didampingi oleh Kepala Program Studi Ekonomi Islam Soya Sobaya SEI, MM. yang turut menyambut kedatangan rombongan dan membantu menjawab beberapa pertanyaan yang diajukan terkait Program Studi Ekonomi Islam maupun perihal Ekonomi Islam.

Acara kunjungan ditutup dengan sesi foto bersama dan kunjungan ke beberapa unit yang ada di Fakultas Ilmu Agama Islam. didampingi oleh beberpa mahasiswa yang merupakan anggota tim MARCOMM FIAI rombongan mengunjungi beberapa unit yang ada di Fakultas Ilmu Agama Islam seperti kantor program studi, Laboratorium Micro Teaching, dan khususnya Laboratorium Galeri Investasi Syariah Program Studi Ekonomi Islam FIAI UII.

 

Mahasiswa Prodi Ekonomi Islam Presentasikan Penelitian Zakat Produktif di Jepang

Ahmad Rido Mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam (PSEI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia  (UII) angkatan 2015 dan rekanya Wahyu Syuhada mahasiswa Program Studi Ahwal As-Syakhsiyah 2015 mengikuti ajang konferensi internasional, Japan-Indonesia International Scientific Conference (JIISC 2018) di Osaka University, Osaka, Jepang pada 27-28/10.

JIISC 2018 merupakan konferensi yang diselenggarakan dalam rangka memperingati memperingati 60 tahun hubungan Indonesia dan Jepang, konferensi ini mempertemukan para peneliti dari Indonesia dan Jepang dengan tujuan untuk mempromosikan persahabatan yang lebih kuat melalui sains dan teknologi. Selain itu, konferensi ini juga memberikan sejumlah peluang jaringan untuk membantu membangun koneksi bagi para ilmuwan awal karir di Jepang, Indonesia, maupun secara global.

Dalam konferensi tersebut, Rido dan Wahyu membawakan paper dengan judul “Productive Zakat As Pilar In The Progress Of Indonesian Community Economy.” Disampaikan oleh Rido, penelitian ini mengungkapkan bahwa dengan mayoritas penduduk Indonesia adalah 87.2% adalah muslim. Potensi zakat di Indonesia begitu besar sehingga mempunyai peluang besar untuk memajukan perekonomian masyarakat Indonesia yang disebut dengan istilah zakat produktif. “Zakat sebagai pilar ketiga dalam Islam dipandang sebagai pilar utama dalam sistem ekonomi Islam karena perannya dalam sosio-ekonomi masyarakat Muslim sangat besar sehingga yang mampu mengatasi masalah kemiskinan masyarakat Indonesia”, paparnya.

Wahyu menambahkan, model yang diterapkan saat ini di Indonesia dalam hal pengelolaan zakat sangat memiliki peluang dan potensi dalam mendapatkan nilai atau angka yang cukup tinggi jika dibanding dengan negara-negara Muslim lainnya “Tujuan akhir dari penelitian ini adalah agar potensi zakat produktif yang besar Indonesia bisa dimaksimalkan sehingga dapat menjadi pilar kemajuan perekonomian Indonesia”, pungkasnya.

Sementara itu mereka yang merupakan penerima beasiswa Pondok Pesantren UII mengungkapkan konferensi ini diikuti oleh berbagai kalangan mulai dari Profesor, praktisi hingga mahasiswa dari Indonesia dan Jepang. Mereka mengaku, penelitian yang mereka presentasikan pada konferensi tersebut mendapatkan respon positif dari peserta konferensi lainnya. “Dari konferensi ini, kami mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman yang luar bisa yang belum pernah kami dapatkan sebelumnya. Kemudian penelitian yang kami presentasi mendapatkan respon positif dari berbagai kalangan yang menjadi peserta konferensi tersebut”, tutur mereka.

Mereka berharap, pengalaman tersebut dapat menjadi motivasi mahasiswa UII lainnya untuk aktif mengikuti kegiatan-kegiatan yang dapat menambah pengetahuan dan pengalaman yang dapat membangun jaringan dengan akademisi serta praktisi lainnya.

Prodi Ekonomi Islam Adakan Public Hearing Strategi Lulus Tepat Waktu

Program Studi Ekonomi Islam (PSEI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) terus berupaya meningkatkan kualitas mahasiswanya dari tahun ketahun. Kali ini, untuk mendukung kualitas akademik mahasiswa baru, Prodi Ekonomi Islam adakan kegiatan public hearing untuk mahasiswa Prodi Ekonomi Islam angkatan 2018 dengan tema “Strategi Jitu Lulus Tepat Waktu”. Kegiatan tersebut dilaknasnakan pada Kamis, 11 Oktober 2018 di Ruang Sidang Gedung K.H.A. Wahid Hasyim FIAI UII.

Antusiasme mahasiswa baru dalam menggali informasi terlihat dari banyaknya mahasiswa angkatan 2018 yang datang dalam kegiatan tersebut. Kegiatan dibuka degan sambutan dari sekertaris Prodi Ekonomi Islam Tulasmi S.E.I, M.E.I. dan dilanjutkan dengan penyampaian materi yang terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama diisi langsung oleh Kepala Prodi Ekonomi Islam Soya Sobaya, S.E.I., M.M. Soya menyampaikan bahwasanya strategi untuk dapat lulus tepat waktu dapat dengan cara mengenali cara belajar yang cocok untuk diri sendiri. Metode belajar manusia sendiri terbagi dalam tiga tipe yaitu; visual (Visual Learners) yaitu orang yang cenderung menitik beratkan ketajaman penglihatan dalam belajar, Listening (Auditory Learners) model pembelajar yang mengandalkan pendengaran untuk bisa memahami dan mengingatnya, dan yang terakhir kinestetik (Kinesthetic Learners) yaitu gaya belajar yang mengharuskan individu menyentuh sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa mengingatnya. Setelah mengenali tipe belajar yang cocok dengan kepribadian, mahasiswa harus mempraktekanya tidak hanya dikelas, melainkan juga belajar di waktu senggang. Selain model belajar, mahasiswa perlu mencermati aturan akademik yang berlaku di prodi, fakultas maupun universitas. Walaupun mahasiswa memiliki kewajiban dikelas 75% persensi, namun sisanya sebaiknya digunakan dengan sebaik-baiknya. Akan lebih baik mahasiswa memanfaatkanya dengan kegiatan yang bermanfaat seperti mengikuti perlombaan atau kegiatan sosial. Untuk bisa katif dalam kegiatan non-akademik dan keluar dari zona nyaman, mahasiswa perlu mengikuti kegiatan organisasi untuk mendapatkan banyak manfaat dan tentunya informasi. Agar tetap dapat menyeimbangkan kegiatan adademik dan non akademik, mahasiswa perlu memperhatikan buku-buku panduan dan berkonsultasi dengan Dosen Pembimbing Akademik (DPA) masing-masing.

 

Materi sesi kedua diisi oleh Mabdaul Basar selaku kepala urusan data akademik dan SIM FIAI yang menyampaikan sistem layanan informasi yang ada di FIAI UII dengan memberikan demo penggunaan layanan Unisys, penyampaian informasi yang terkanding didalam website fakultas, kurrikulum, dan urusan akademik. Kegiatan public hearing tersebut diharapkan dapat membantu memberikan informasi perkuliahan kepada mahasiswa baru dalam upaya menjadikan Sumber Daya Manusia di Prodi Ekonomi Islam semakin berkualitas.

Prodi Ekonomi Islam Adakan Public Hearing Cara Ampuh selesaikan skripsi

Program Studi Ekonomi Islam (PSEI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) gelar Public Hearing “Cara Ampuh Selesaikan Skripsi Dalam 6 Bulan” untuk mahasiswa Prodi Ekonomi Islam angkatan 2015. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Rabu, 9 Oktober 2018 di Ruang Sidang Gedung K.H.A. Wahid Hasyim FIAI UII.

Dalam sambutanya, kepala program studi ekonomi islam FIAI UII Soya Sobaya S.E., M.M. menyampaikan harapanya mengenai kegiatan tersebut. “Semoga Program Studi Ekonomi Islam dapat menghasilkan lulusan berkualitas dan sesuai dengan kompetensi” ujarnya. Prodi Ekonomi Islam menghadirkan Dr. Siti Achiria, S.E., M.M. yang juga merupakan dosen Prodi Ekonomi Islam untuk menyampaikan materi utama. Achiria memaparkan, bahwasanya syarat untuk lulus kuliah tidaklah hanya berupa persyaratan Baca Tulis Al-Qur’an (BTAQ), ujian komprehensif, test CEPT dan lain sebagainya, melainkan mahasiswa perlu menjaga kebugaran dengan rajin berolahraga agar dapat terus sehat dalam mengerjakan skripsi. Selanjutnya ia menyampaikan gambaran masalah yang biasa terjadi dalam mengerjakan skripsi seperti masalah dalam penulisan, masalah dengan dosen pembimbing skripsi, masalah pribadi, dan masalah tempat penelitian serta tips-tips penyelesaianya. Memasuki topik utama, Achiria menyampaikan tujuh trik untuk lulus cepat bahkan dalam 3,5 bulan, diantaranya ialah menyiapkan masalah lebih dari satu, melakukan pra-survey dan mencari data, mendiskusikan skripsi dengan orang lain, memperbanyak membaca fenomena, tidak bosan bimbingan dan mencatat masukan dosen, segera menemukan apa saja yang ditemukan, manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk fokus skripsi, dan never give up.

Tidak sekedar memberikan pembekalan dalam menghadapi skripsi, Prodi Ekonomi Islam turut mengadakan Forum Group Discussion (FGD) mahasiswa dengan dosen pembimbing akademik masing-masing untuk memudahkan mahasiswa dalam berkonsultasi terkait perkuliahan, akademik, maupun tugas akhir. Lulluk Isna Munifah salah satu mahasiswa Prodi Ekonomi Islam Angkatan 2015 merasa senang dengan kegiatan public hearing yang dilaksanakan oleh PSEI. “Alhamdulillah prodi mengadakan public hearing, kegiatan ini sangat memberikan kami gambaran dan informasi mengenai tugas akhir sehingga memudahkan kami dalam penyusunan nantinya”. Ujarnya.

Kelompok Studi Pasar Modal Syariah Prodi Ekonomi Islam Sambut Anggota baru

Kelompok Studi Pasar Modal Syariah (KSPMS) Galeri Investasi Syariah (GIS) Program Studi Ekonomi Islam (PSEI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) sambut anggota baru akademisi Kelompok Studi Pasar Modal Syariah 2018. Setelah melalui seleksi berkas dan wawancara, terpilih sebanyak 29 anggota baru akademisi Kelompok Studi Pasar Modal Syariah Prodi Ekonomi Islam yang terdiri dari mahasiswa Prodi Ekonomi Islam angkatan 2016,2017, dan 2018.

Dibawah divisi Human Resources development yang dikoordinir oleh Adam Aziz Prakosi, Kelompok Studi Pasar Modal Syariah mengadakan acara kumpul perdana dan penyambutan anggota Akademisi Kelompok Studi Pasar Modal Syariah yang dilaksanakan pada Selasa, 2 Oktober 2018 di Ruang Sidang Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia. Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Ketua Kelompok Studi Pasar Modal Syariah M. Syahdi Yusuf dan M Adi Wicaksono S.E., M.E.I selaku ketua pengelola  Galeri Investasi Syariah kemudian dilanjutkan pengenalan pengurus inti dan masing-masing divisi serta perkenalan anggota baru akademisi KSPMS Prodi Ekonomi Islam FIAI UII.  Dalam sambutanya, Adi Wicaksono turut memberikan motivasi dan gambaran umum mengenai Pasar Modal Syariah dan Galeri Investasi Syariah Prodi Ekonomi Islam FIAI UII. Dimulai dari pengenalan apa dan bagaimana Pasar Modal Syariah dan sejarah pendirian Galeri Investasi Syariah Prodi Ekonomi Islam FIAI UII yang merupakan Galeri Investasi Syariah pertama di Indonesia.

Sebagai penutup, seluruh anggota baru akademisi Kelompok Studi Pasar Modal Syariah prodi Ekonomi Islam mengisi formulir pembukaan akun rekening saham syariah secara bersama-sama dengan dipandu oleh pengurus Kelompok Studi Pasar Modal Syariah. Pembukaan  rekening saham syariah ini merupakan salah satu syarat wajib untuk bergabung di Kelompok Studi Pasar Modal Syariah dalam rangka memudahkan proses belajar mengenai saham syariah dengan mempraktikan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Syahdi berpesan kepada seluruh anggota baru akademsi maupun pengurus untuk kembali menata niat belajar di Kelompok Studi Pasar Modal Syariah agar proses mempelajari saham syariah lancar dan sesuai dengan yang diharapkan. Kelompok Studi Pasar Modal Syariah terus berupaya untuk mengembangkan Galeri Investasi Syariah dan Pasar modal syariah khususnya saham syariah demi mencetak generasi ekonom rabani yang berkoitmen mengembangkan mengembangkan pasar modal syariah khususnya saham syariah.

SEF UGM Kunjungi Forum Kajian Ekonomi Islam UII

Dalam rangka mempererat tali silaturahmi, Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Shariah Economics Forum (SEF)  Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gajah Mada (UGM) kunjungi KSEI Forum kajian Ekonomi Islam (FKEI) Program Studi Ekonomi Islam (PSEI) Fakutas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII). Kunjungan tersebut dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 28 September 2018 di Ruang Microteaching FIAI. KSEI Forum Kajian Ekonomi Islam didampingi oleh Rizqi Anfanni Fahmi SEI., MSI yang membuka acara kunjungan selaku Dosen Pendamping Organisasi (DPO) Program Studi Ekonomi Islam. Forum Kajian Ekonomi Islam merupakan Kelompok Studi Ekonomi Islam yang ada di Prodi Ekonomi Islam dan sekaligus menjadi Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Prodi Ekonomi Islam. Forum Kajian Ekonomi Islam berangotakan seluruh mahasiswa PSEI dan terdapat beberapa mahasiswa yang menjadi pengurus FKEI yang menempati beberapa departemen yang ada di Forum Kajian Ekonomi Islam.

Kegiatan kunjungan berupa sharing antara kedua Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) yang  diawali dengan  perkenalan kedua KSEI dan setiap departemen yang ada didalamnya secara bergantian. Selanjutnya, divisi yang sama dari KSEI Shariah Economics Forum UGM dan KSEI Forum Kajian Ekonomi Islam UII saling berdiskusi dan sharing dalam Forum Group Discussion (FGD) mengenai program kerja masing-masing divisi.

KSEI FKEI yang diketuai oleh Wildan Achsanul Fikri merasa senang dengan kunjungan Shariah Economics Forum UGM ke KSEI Forum Kajian Ekonomi Islam UII. “Alhamdulillah KSEI Forum Kajian Ekonomi Islam mendapat banyak ilmu baru dalam hal pengembangan ekonomi islam” ujar Wildan. Ilmu yang didapat dari KSEI Shariah Economics Forum UGM tersebut nantinya dapat menjadi referensi pengembangan program kerja KSEI Forum Kajian Ekonomi Islam FIAI UII demi pengembangan ekonomi islam di lingkup UII khususnya Fakultas Ilmu Agama Islam. “Semoga silaturahmi yang telah terbangun dapat terus terjalin dengan baik” pungkasnya.

Dosen Prodi Ekonomi Islam Juara 2 Best Paper Freks 2018

Dialah, Zein Muttaqin, SEI., MA., Dosen Program Studi Ekonomi Islam (PSEI) Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI) Universitas Islam Indonesia (UII) berhasil mengukir prestasi di kalangan para akademisi ekonomi Islam bertaraf nasional pada Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (FREKS) sebagai juara 2 best paper untuk kategori SCOPUS di tahun 2018 ini, dengan judul Preliminary analysis on relationship between economic sectors and Islamic financial sector in Indonesia: A cointegration approach.

Forum ini merupakan program tahunan yang diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI) dalam rangka mendukung pengembangan riset keuangan Syariah. Tema yang diusung pada FREKS tahun ini ialah “Mendorong Kontribusi Sektor Jasa Keuangan Syariah dalam Pemerataan Kesejahteraan Masyarakat”, dengan menghadirkan Keynote Speech  Prof. Dr. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, S.E., M.U.P sebagai Ketua Umum IAEI dan Menteri PPN/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari dimulai tanggal 8-10 Muharam 1440 H/18-20 September 2018 M di Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh yang berisikan forum akademis dengan program Prominent Lecture on Islamic Economic yang disampaikan oleh Prof. Dr. K.H. Ma’ruf Amin selaku ketua Majelis Ulama Indonesia, dan Prof. Dr. Ir. KH. Mohammad Nuh, DEA selaku Ketua Badan Pelaksana Wakaf Indonesia. Program utama kegiatan ini adalah forum presentasi dan diskusi panel paper yang terbagi dalam tiga kategori, yaitu Muda, Madya, dan Utama (Scopus) dengan ruang lingkup kajian pada perbankan Syariah, pasar modal Syariah, dan industry keuangan non-bank Syariah.

Menurut Zein, kegiatan ini menjadi batu lompatan baginya untuk mengembangkan diri dan berkontribusi untuk ekonomi Syariah, “Forum ini merupakan lompatan baik bagi saya untuk bisa terus berkembang dan berkontribusi lebih banyak pada kajian ekonomi syariah ke depannya”, pungkasnya. “Dan forum ini juga perlu diperluas ruang lingkup kajiannya dengan tidak hanya terbatas pada kajian perbankan dan keuangan syariah, namun juga pada seluruh aspek kajian ekonomi syariah yang lebih luas”, tuturnya berpesan.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari berbagai background, seperti mahasiswa, dosen, peneliti, industry, bahkan asosiasi non pemerintah turut serta meramaikan forum akademis ini dengan tujuan bersama untuk pengembangan riset ekonomi Syariah ke depannya.

Mahasiswa Ekonomi Islam UII Latih Ketrampilan Souvenir Pinus Desa Jati

Melihat potensi desa yang belum dimaksimalkan, Enam mahasiswa Prodi Ekonomi Islam, Fakultas Ilmu Agama Islam, Universitas Islam Indonesia berikan pelatihan kerajinan bunga pinus pada Karang taruna Desa Jati Kecamatan Bener Kabupaten Purworejo Jawa Tengah. Kegiatan pelatihan tersebut diadakan pada hari Sabtu, 11 Agustus 2018 di Aula Wisata Sikepel desa Jati. Mahasiswa yang tergabung dalam mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Indonesia angkatan 57 tersebut diantaranya adalah Erna fittria, Rizki Nur Azizah, Nafis Husna Khoirunnisa, Lulluk Isna Munifah, Nana Nail Ulfa, dan Reza Hernando.

Ide untuk memberikan pelatihan kerajinan ini muncul setelah melihat adanya potensi Desa Jati yang memiliki objek wisata berupa hutan pinus “Sikepel” yang masih terbilang baru dan belum memiliki cinderamata khas wisata, sedangkan banyak bunga pinus yang berjatuhan di lokasi yang dapat dimanfaatkan untuk membuat kerajinan. Melihat potensi tersebut, Keenam mahasiswa Ekonomi Islam mengkolaborasikan program kerja individu menjadi satu rangkaian kegiatan sosialisasi dan pelatihan karang taruna desa. Acara terbagi menjadi dua sesi, dimulai dengan sesi sosialisasi mengenai bisnis plan, manajemen keuangan syariah, dan pemasaran online dan offline. Sesi kedua berupa pelatihan membuat kreasi  kerajinan  dengan bahan dasar bunga pinus. Pelatihan dimulai dengan penjelasan bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat kerajinan, penjelasan tahap-tahap pembuatan, dan dilanjutkan dengan praktik masing-masing membuat gantungan kunci berbentuk burung hantu, bunga pinus, dan tempat tissue. Sosialisasi tersebut sekaligus menjadi sarana dakwah mahasiswa Ekonomi Islam dengan cara menyampaikan materi dengan nilai-nilai ekonomi islam untuk diterapkan dalam pengembangan bisnis kerajinan bunga pinus.

 

Musrokim selaku Kepala Desa Jati turut menyambut baik program kerja mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam FIAI UII ini. Tidak hanya sampai di pelatihan karang taruna, Mahasiswa turut diminta untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada ibu – ibu PKK desa yang akan mengangkat souvenir bunga pinus untuk menjadi salah satu potensi desa yang dipamerkan pada lomba kerajinan desa tingkat kecamatan. “Silaturahmi jangan sampai terputus  ya, pendampingan juga harus tetap dilakukan pasca KKN melalui saling bertukar kabar. Semoga ilmu yang telah diberikan dapat bermanfaat dan dikembangkan di Desa Jati” pesanya. Nafis megaku sangat senang karena program kerja kolaborasi tersebut dapat bermanfaat dan menjai inspirasi bisnis bagi warga setempat. “Harapan kami, pelatihan ketrampilan ini akan dapat terus berlanjut hingga menjadi salah satu sumber perekonomian bagi warga Desa Jati” Ujar Nafis.

 

Mahasiswa Ekonomi Islam Praktik Kerja Lapangan di Malaysia

Program Studi Ekonomi Islam (PSEI), Fakultas Ilmu Agama Islam (FIAI), Universitas Islam Indonesia (UII) semakin melebarkan sayapnya dalam merambah dunia internasional. Demi meningkatkan kualitas lulusanya, PSEI terus berupaya memfasilitasi mahasiswa untuk dapat memiliki pengalaman gobal. Salah satu upaya tersebut terealisasikan dalam kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Internasional yang dilaksanakan pada 2-3 Agustus 2018 di Brainy Bunch International Islamic Montesori, Selangor, Malaysia. PSEI memberangkatkan 4 mahasiswa Konsentrasi Keuangan Publik Islam (K2) angkatan 2015 yang terdiri dari Andri Mardika, Ahmad Maslahatul Furqan, Rafika Ulfiana, Annisa Hayyunah Wahab.

Dalam menerapkan ilmunya di institusi tersebut, keempat mahasiswa PSEI ditempatkan dalam tiga divisi yang berbeda yaitu divisi marketing, keuangan, dan administrasi. Kegiatan permagangan dilaksanakan selama lima hari kerja dimulai pada pukul 09.00 hingga 18.00 waktu setempat. Selama masa PKL mahasiswa  tinggal di hostel yang telah disediakan oleh pihak institusi bersama dengan karyawan dan murid dari institusi tersebut, oleh karenanya mahasiswa dapat berbaur dan merasakan atmosfer kehidupan di lingkungan tempat praktik permagangan.

Rafika Ulfiana mengaku senang mendapatkan kesempatan untuk mempraktikan ilmu yang dipelajari selama di bangku perkuliahan, merasakan real  dunia kerja, menambah wawasan dan melatih kedisiplinan. Ia berharap PKL Program Studi Ekonomi Islam untuk yang pertama kalinya di Brainy Bunch International Islamic Montesori ini akan dapat membuka kesempatan bagi adik-adik Program Studi Ekonomi Islam seterusnya. “Semoga bisa terus berlanjut untuk angkatan selanjutnya” ujarnya.

Pada hari pelepasan kepulangan mahasiswa ke tanah air, Founder dan CEO Brainy Bunch Mohd Fadzil Hashim berpesan kepada mahasiswa praktik agar dapat membuat inovasi baru di Indonesia sebagai wujud suksesnya proses belajar di selama masa permagangan. Turut hadir dosen dan staff PSEI pada acara tersebut yaitu Rizqi Anfanni Fahmi SEI., MSI. dan Rizal Nasrullah SEI. Pihak PSEI terus berupaya mensupport prestasi dan peran aktif mahasiswa dalam kegiatan nasioal maupun internasional. Diharapkan prestasi tersebut dapat menjadi salah satu kontribusi dalam mewujudkan Prodi Ekonomi Islam UII terakreditasi “A” Amin.